Jakarta, Gesuri.id — Peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober tidak boleh dipandang sekadar sebagai seremoni rutin tahunan.
Momentum bersejarah ini hendaknya menjadi pengingat atas besarnya peran pemuda dalam menentukan arah masa depan bangsa, terutama di tengah pusaran tantangan sosial, ekonomi, dan pesatnya teknologi.
Hal tersebut ditegaskan oleh Anggota DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan Kulonprogo, Fajar Gegana, saat momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026.
Baca: Perjalanan Hidup Ganjar Pranowo Lengkap dengan Rekam Jejak
Menurutnya, pemuda merupakan pemegang estafet pembangunan yang harus mempersiapkan diri untuk mengambil peran kepemimpinan di berbagai lini—mulai dari lingkungan keluarga, masyarakat, dunia usaha, hingga pemerintahan.
“Yang penting hari ini, semangat anak muda tidak pantang menyerah dan selalu berjuang untuk masa depan bangsa dan negara. Idealisme adalah kemewahan tersendiri yang dimiliki anak muda,” ujar Fajar.
Fajar menekankan bahwa idealisme, keberanian mencoba hal baru, serta kepedulian sosial adalah modal mendasar bagi generasi muda untuk melahirkan gagasan berdaya guna. Di era digital yang kompetitif, pemuda juga dituntut meningkatkan kreativitas, inovasi, dan daya adaptasi agar tidak tertinggal dalam persaingan global.
Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar
Meski demikian, Fajar mengingatkan bahwa dorongan untuk terus berkarya tidak akan cukup jika hanya berwujud motivasi verbal. Menurutnya, anak muda membutuhkan ruang dan kesempatan nyata dari berbagai pihak agar bisa berkembang secara optimal.
Saat ini, generasi muda dihadapkan pada tantangan yang kompleks, mulai dari keterbatasan lapangan kerja, tekanan ekonomi, pergeseran standar kompetensi, persoalan kesehatan mental, maraknya disinformasi digital, hingga budaya konsumtif.
“Oleh karena itu, tuntutan agar anak muda berprestasi harus diiringi dengan dukungan nyata yang komprehensif. Merekalah yang membutuhkan ruang dan peluang untuk menjawab tantangan zaman,” tegas Fajar menutup pernyataannya.

















































































