Ikuti Kami

Tom Lembong: Kebebasan Harus Diperjuangkan, Keberanian Sejati Berarti Siap Berkorban

Keberanian dalam menjalani kehidupan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengambil keputusan.

Tom Lembong: Kebebasan Harus Diperjuangkan, Keberanian Sejati Berarti Siap Berkorban

Jakarta, Gesuri.id – Mantan Menteri Perdagangan RI, Tom Lembong, menegaskan bahwa kebebasan merupakan sesuatu yang harus diperjuangkan dan tidak dapat diperoleh secara cuma-cuma.

Ia juga mengajak masyarakat untuk memahami kapan harus bersikap idealis dan kapan perlu bersikap pragmatis, serta berani mengambil jalan sulit demi memperjuangkan nilai-nilai kehidupan dan memberikan kontribusi bagi sesama.

Hal tersebut disampaikan Tom Lembong dalam acara Millennium Public Pulse di Jakarta, Rabu (28/10/2026), yang mengusung tema “Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Kemanusiaan”. Menurutnya, keberanian dalam menjalani kehidupan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengambil keputusan, tetapi juga kesiapan menghadapi konsekuensi dari pilihan yang diambil.

“Dan sangat bagus, mulai dari apakah kita sejauh kira-kira idealis atau lebih baik kita pragmatis. Mungkin jawaban saya adalah masing-masing itu ada waktunya. Ada waktunya kita idealis, ada waktunya kita pragmatis,” ujar Tom.

Baca: Inilah Profil dan Biodata Ganjar Pranowo

Ia menjelaskan, kemampuan membaca situasi dan menentukan waktu yang tepat menjadi hal penting, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam dunia politik. Menurutnya, setiap kondisi membutuhkan pendekatan yang berbeda sehingga seseorang perlu bersikap cermat dalam menentukan langkah.

“Jadi ada setengah guyon bahwa kalau dalam sektor properti, real estate, it's all about location, location, and location. Dalam perpolitikan, it's all about timing, timing, and timing. Dan itu mungkin juga berlaku sebagai prinsip hidup,” katanya.

Tom menambahkan, tidak semua keadaan dapat dihadapi dengan cara yang sama. Ada saatnya seseorang harus berbicara dan menyampaikan sikap idealis, tetapi ada pula situasi yang menuntut kehati-hatian dalam menentukan langkah.

“Semua itu ada waktunya. Ada saatnya untuk berbicara, ada saatnya idealis, ada saatnya untuk tiarap, berserang. Dan tantangan kita adalah bagaimana kita bisa secerdas mungkin menghadapi masing-masing kondisi yang terjadi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Tom menekankan bahwa kebebasan merupakan tujuan penting dalam perjalanan peradaban manusia. Namun, sejarah menunjukkan bahwa kebebasan tidak hadir begitu saja, melainkan harus diperjuangkan melalui proses panjang yang kerap menuntut pengorbanan.

“Kebebasan, freedom, tujuan semua sivilisasi, ya jelas sejarah memperlihatkan bahwa kebebasan itu sesuatu yang selalu harus diperjuangkan. Yang selalu memakan korban. Tidak ada yang bebas, gratis,” tegas Tom.

Ia menilai, perjuangan untuk mencapai kebebasan membutuhkan keberanian dan kesiapan menghadapi berbagai kesulitan. Dalam konteks tersebut, Tom kembali mengingatkan pentingnya mengubah cara pandang mengenai tujuan hidup, dari sekadar ingin mendapatkan pelayanan menjadi keinginan untuk melayani orang lain.

“Tidak ada yang mudah. Jadi balik lagi yang tadi saya sampaikan, apakah budaya kita adalah kita maunya dalam hidup dilayani atau tujuan hidup kita adalah untuk melayani,” ujarnya.

Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu

Tom juga menyinggung pentingnya pengorbanan dalam membangun kehidupan yang bermakna. Menurutnya, kebahagiaan yang bertahan lama tidak selalu diperoleh melalui kesenangan, tetapi juga dapat tumbuh dari kesediaan menghadapi penderitaan dan berkorban demi sesuatu yang dianggap bernilai.

“Kalau research menunjukkan bahwa kalau kita mau mencari kebahagiaan yang sejati, yang sustain, itu bukan dengan happy-happy terus.Tapi penderitaan, pengorbanan itu satu aspek yang penting untuk membangun sebuah hidup yang penuh makna,” jelasnya.

Ia kemudian mengaitkan pandangan tersebut dengan makna keberanian dalam kehidupan sehari-hari. Tom menilai, setiap orang pada akhirnya akan menghadapi pilihan antara mengambil jalan yang mudah atau menempuh jalan sulit yang membutuhkan komitmen dan pengorbanan lebih besar.

“Jadi ya itulah makna dari keberanian mungkin ya tadi.Dalam hidup kita masing-masing akan tiba suatu saat dimana kita menghadapi pilihan.Apakah kita ambil pilihan yang mudah atau kita ambil pilihan yang sulit,” katanya.

Menurut Tom, keputusan untuk menempuh jalan sulit sering kali menjadi bagian penting dalam upaya membangun kehidupan yang bermakna sekaligus memberikan kontribusi kepada masyarakat. Karena itu, ia mendorong keberanian untuk tetap berpegang pada nilai-nilai yang diyakini, meskipun pilihan tersebut membawa risiko pribadi.

“Seringkali justru kalau kita mau membangun makna dalam hidup kita dan berkontribusi, ya seringkali kita harus memilih jalan yang sulit. Kita harus berani berkorban dan bahkan berani untuk dikriminalisasi, dipenjara dan sebagainya,” pungkasnya.

 

Millennium Public Pulse 28 merupakan wadah bagi anak muda untuk menyampaikan gagasan, bertukar perspektif, memahami kebijakan publik, serta mengawal isu-isu strategis bangsa. Kegiatan ini diselenggarakan secara rutin setiap tanggal 28 setiap bulan sebagai bagian dari rangkaian menuju puncak peringatan 100 Tahun Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2028.

Quote