Jakarta, Gesuri.id Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, meminta target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 tidak berhenti pada angka makro semata. Ia menegaskan pertumbuhan tersebut harus bersifat inklusif, menggerakkan sektor riil, membuka lapangan kerja formal, serta berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Said saat memimpin Rapat Kerja Banggar DPR RI bersama Menteri Keuangan, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Menteri Hukum, serta Pejabat Gubernur Bank Indonesia di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2026).
Said menekankan bahwa target pertumbuhan 6 persen harus dibarengi penguatan sektor riil agar Indonesia tidak terus terjebak dalam kategori negara berpendapatan menengah atau middle-income trap.
Pertumbuhan boleh 6 persen jika pertumbuhan itu inklusif. Artinya, pertumbuhan itu tidak sekadar tumbuh, tapi juga dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, kata Said.