Semarang, Gesuri.id Strategi promosi pariwisata berbasis digital memang menjadi kunci utama dalam mendongkrak daya saing destinasi wisata Indonesia.
Namun, promosi yang masif di jagat maya akan menjadi sia-sia bahkan menjadi bumerang jika tidak dibarengi dengan kesiapan fasilitas di lapangan.
Hal tersebut ditegaskan oleh Anggota Komisi VII DPR RI, Samuel Wattimena, dalam kegiatan Diseminasi Strategi Promosi Pariwisata Nusantara di Era Digital bertajuk Makin Dikenal, Makin Dikunjungi yang digelar di Hotel Dafam Semarang, Minggu (19/7).
Menurut Samuel, promosi yang gencar tanpa kesiapan pelayanan yang prima justru berpotensi menciptakan citra negatif bagi pariwisata Indonesia.
Baca:9 Prestasi MenterengGanjarPranowo Selama Menjabat Gubernur