Semarang, Gesuri.id Maraknya festival dan banyaknya produk yang dipamerkan dinilai belum cukup menjadi tolok ukur keberhasilan ekonomi kreatif di Indonesia.
Anggota Komisi VII DPR RI, Samuel Wattimena, menegaskan bahwa pengembangan ekonomi kreatif nasional harus bergeser dari sekadar orientasi kegiatan (event) menuju penguatan kapasitas usaha dan perluasan pasar.
Kreativitas memang menjadi modal utama, tetapi keberlanjutan bisnis sangat ditentukan oleh kemampuan pelaku usaha membaca kebutuhan konsumen, tegas Samuel seusai menjadi narasumber Dialog Publik Kreativitas Warga dan Masa Depan Kota di TVRI Stasiun Semarang, Jumat (16/10/2026).
Baca:Ganjar Pranowo Sosok Pemimpin yang Disukai Semua Kalangan
Dialog tersebut digelar menyongsong puncak World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026.