Bandung, Gesuri.id — Pelestarian kebudayaan tidak boleh sebatas menjaga peninggalan leluhur. Lebih dari itu, budaya harus terus dipraktikkan, dikembangkan, dan diwariskan agar tetap relevan di tengah dinamika kehidupan modern.
Pesan mendalam tersebut ditegaskan oleh Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Barat, Dr. Hj. Ineu Purwadewi Sundari, S.Sos., M.M., saat momentum peringatan Hari Kebudayaan Nasional yang mengusung tema “Budaya Hidup, Indonesia Berdaya!”, Sabtu (17/10).
Ineu menekankan bahwa keberadaan budaya memiliki peran vital dalam membentuk karakter dan memperkuat identitas bangsa. Menurutnya, pelestarian tidak perlu dimulai dari hal besar, melainkan dari tindakan nyata di lingkungan terdekat.
Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda
“Pelestarian budaya harus dimulai dari hal-hal yang dekat dengan kehidupan kita. Menghargai bahasa daerah, mengenal kesenian tradisional, serta menjaga nilai-nilai kearifan lokal merupakan langkah nyata agar kebudayaan tetap hidup dan tidak terputus antar-generasi,” ujar Ineu.
Sebagai wilayah dengan keberagaman tradisi, Jawa Barat dinilai memiliki potensi kebudayaan yang luar biasa. Namun, Ineu mengingatkan bahwa keberlanjutan tradisi, kesenian, dan kerajinan lokal tidak bisa hanya dibebankan kepada para pelaku seni.
“Keberlanjutan kekayaan budaya tidak dapat hanya mengandalkan pelaku seni atau komunitas budaya. Dukungan keluarga, lembaga pendidikan, pemerintah, dan masyarakat luas sangat diperlukan agar pengenalan budaya berlangsung secara berkesinambungan,” tegasnya.
Ineu secara khusus menyoroti peran strategis generasi muda dalam menentukan arah masa depan kebudayaan. Ia mendorong agar anak muda diberi ruang luas untuk berkreasi dan memanfaatkan kemajuan teknologi tanpa menghilangkan akar nilai tradisi.
“Anak-anak muda memiliki banyak cara kreatif. Teknologi digital, misalnya, bisa dimanfaatkan untuk mengenalkan kesenian dan tradisi daerah ke khalayak yang lebih luas. Yang terpenting, kreativitas tersebut tetap menghormati nilai dan makna aslinya,” tambah Ineu.
Tak sekadar identitas, Ineu melihat kebudayaan memiliki potensi besar sebagai penggerak roda ekonomi masyarakat. Produk kerajinan, seni pertunjukan, hingga kuliner tradisional berpeluang menciptakan nilai ekonomi baru yang berdampak langsung pada kesejahteraan pelaku usaha lokal.
Baca: Ganjar Pranowo Sosok Pemimpin yang Disukai Semua Kalangan
Oleh karena itu, ia mendorong agar pelestarian dan pengembangan budaya berjalan selaras: tradisi dijaga, sementara ruang inovasi tetap dibuka lebar.
Menutup pernyataannya pada peringatan Hari Kebudayaan Nasional 2026, Ineu mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan kecintaan pada budaya sebagai bagian dari aksi sehari-hari, bukan sekadar seremonial tahunan.
“Budaya yang terus dijalankan akan selalu memiliki tempat di tengah masyarakat. Dengan merawat warisan leluhur sekaligus memberi ruang bagi kreativitas, kita turut menjaga jati diri bangsa dan membangun Indonesia yang lebih berdaya,” pungkas Ineu.

















































































