Tabanan, Gesuri.id Anggota Komisi VII DPR RI, Samuel JD Wattimena, menyoroti ketatnya akses pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi para pelaku ekonomi kreatif dan artisan lokal.
Ia menilai perbankan perlu mengubah tolok ukur kelayakan kredit dengan mempertimbangkan rekam jejak karya serta portofolio pelaku usaha kreatif sebagai bentuk kepercayaan (trust).
Kritik tersebut disampaikan Samuel di sela-sela kunjungan kerjanya di Nuanu Creative City, Tabanan, Bali, Jumat (28/8).
Masalah KUR ini terus kami tanyakan. Sebetulnya apa yang dibutuhkan perbankan dari pelaku kreatif agar muncul kepercayaan? Karya yang bersifat takberwujud (intangible) ini semestinya bisa menjadi pegangan bagi mereka, tegas Samuel.
Baca:Kisah UnikGanjarPranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu