Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VII DPR RI, Samuel JD Wattimena, mendorong Pemerintah Kabupaten Tabanan dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) untuk meningkatkan keterlibatan aktif dengan kawasan Nuanu Creative City.
Sinergi ini dinilai strategis untuk membuka akses pasar dan memperluas peluang usaha bagi pelaku UMKM serta ekonomi kreatif setempat.
Samuel menilai, meski dikelola oleh sektor swasta (private sector), Nuanu memiliki potensi besar dan visi yang sejalan dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang saling menguntungkan.
Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu
"Nuanu merupakan kawasan yang memiliki potensi dan visi yang baik. Saya mempertanyakan sejauh mana Dekranasda dan Pemerintah Kabupaten Tabanan telah menjalin komunikasi (tapping) dengan Nuanu yang kini menampung puluhan hingga ratusan UMKM lokal," ujar Samuel saat melakukan kunjungan kerja di Nuanu Creative City, Tabanan, Bali, Jumat (28/8).
Politisi yang juga dikenal sebagai tokoh kreatif nasional ini menjelaskan bahwa para pelaku UMKM dan ekonomi kreatif umumnya telah tumbuh secara mandiri dari bawah. Oleh karena itu, keberadaan kawasan seluas 44 hektar tersebut mestinya dapat dimanfaatkan Pemda untuk menjembatani produk lokal dengan kebutuhan industri modern.
Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar
Menurut Samuel, Pemkab Tabanan perlu mengambil langkah proaktif melalui pendataan berkala serta komunikasi intensif mengenai kualifikasi produk yang dibutuhkan kawasan tersebut.
"Ini adalah hubungan yang saling menguntungkan (win-win solution). Persoalannya, apakah pemerintah daerah memiliki data UMKM yang siap masuk ke Nuanu? Apakah Pemda aktif bertanya mengenai kebutuhan kawasan yang terus berkembang ini? Hal tersebut yang harus terus dikomunikasikan," tegas Legislator Senayan tersebut.
Ia menambahkan, Bali memiliki modal sosial dan historis yang sangat kuat di sektor ekonomi kreatif karena tradisi berkarya telah mengakar selama puluhan hingga ratusan tahun dalam kehidupan masyarakatnya.
"Bali adalah salah satu yang terbaik. Karakter karya kreatif di Bali sudah berkembang sangat lama. Potensi besar ini harus dikelola lewat sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan pelaku usaha agar manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat daerah," pungkasnya.

















































































