Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina kecam keras intimidasi dan teror yang dialami influencer serta aktivis yang mengkritik penanganan bencana di Pulau Sumatera sebagai upaya sistematis membungkam suara kemanusiaan sekaligus alarm serius bagi demokrasi.
Bagi Selly, kritik yang disampaikan para influencer muncul karena kegagalan negara menghadirkan respons cepat dan transparan di lapangan. Ketika suara kepedulian dibalas ancaman, peretasan, hingga teror terhadap keluarga, hal itu menunjukkan ada pihak yang tidak siap diawasi.
Baca:GanjarPranowo Belum Pastikan Maju Pada Pilpres 2029
Ini bukan soal siapa paling keras bersuara, tapi siapa yang takut pada kebenaran di lapangan, ucap Selly kepada beritalima (3/1).
Ia menekankan, pihak yang paling dirugikan dari pembungkaman ini adalah masyarakat terdampak bencana.