Jakarta, Gesuri.id - DPD PDI Perjuangan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berkomitmen untuk terus menjaga Keistimewaan DIY. Termasuk di dalamnya dalah Dana Keistimewaan (Danais).
Ketua DPD PDI Perjuangan DIY Nuryadi menegaskan, komitmen tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab politik sekaligus tanggung jawab sejarah bagi PDI Perjuangan di DIY.
“Kami kami akan selalu ada di depan untuk menjaga keistimewaan itu,"tegas Nuryadi, Senin (16/3).
Baca: Ganjar Minta Parpol Pendukung Wacana Kepala Daerah Dipilih
Nuryadi mengatakan hal itu dalam Dialog Memperkuat Sinergi Partai dan Media dalam Transparansi Kebijakan dan Aspirasi Rakyat di Gedung DPD PDI Perjuangan DIY. Dalam kesempatan ini Nuryadi dengan tegas menyatakan itu sebagai respons adanya upaya politisasi di tingkat pusat karena kepentingan tertentu.
Baginya, Keistimewaan DIY merupakan bagian dari sejarah panjang bangsa Indonesia, bukan sekadar persoalan politik praktis. Karena itu, keistimewaan harus dijaga secara konsisten oleh seluruh pihak.
”PDI Perjuangan setia mengawal hal tersebut, termasuk saat mendorong lahirnya UU Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan DIY," tegas sosok yang menjabat ketua DPRD DIY ini.
PDI Perjuangan memiliki tanggung jawab historis untuk menjaga nilai-nilai keistimewaan Yogyakarta. Oleh sebab itu, partainya tidak ingin keistimewaan yang telah diperjuangkan tersebut justru dijadikan alat kepentingan politik.
Baca: Ganjar Tekankan Kepemimpinan Strategis
Selain itu, proses pengesahan undang-undang tersebut juga menjadi bagian dari sejarah penting dalam perjalanan keistimewaan Yogyakarta. Di sisi lain, pengesahan UU Keistimewaan saat itu tidak bisa dilepaskan dari peran sejumlah tokoh nasional. Salah satunya Ganjar Pranowo.”Itu sejarah yang tidak bisa diubah. PDI Perjuangan mengawal sejak awal," tegasnya.
Nuryadi juga menyinggung sejarah panjang berdirinya Yogyakarta yang telah mencapai sekitar 271 tahun. Yogykarta yang diperingati pada 13 Maret adalah warisan sejarah tersebut harus terus dijaga. Termasuk di dalamnya adalah pengelolaan Dana Keistimewaan (Danais) yang menjadi instrumen penting dalam menjaga kekhususan dan keistimewaan DIY.
”Ketika Danais diotak-atik atas nama apa pun, kami juga akan bersikap,”tegasnya.
Dalam kesempatan ini, Nuryadi juga mengajak media untuk memperkuat komunikasi dua arah guna menangkal penyebaran informasi yang tidak benar di masyarakat. Komunikasi yang baik antara partai politik dan media sangat penting agar informasi yang sampai ke masyarakat tidak terdistorsi oleh hoaks. Dengan begitu apa yang kami lakukan bisa dipahami oleh masyarakat."Sekaligus untuk menangkal hoaks atau berita bohong yang sering beredar,” ujarnya.

















































































