Seni Bukan Sekadar Hiburan, Sofyan Tan: Seni Adalah Alat Kritik Kebijakan Publik

Sofyan mencontohkan dua karya yang dibacakan dalam acara tersebut yang menggambarkan kondisi alam yang kian terancam.
Selasa, 05 Mei 2026 05:43 WIB Jurnalis - Heru Guntoro

​Medan, Gesuri.id Anggota DPR RI, Sofyan Tan, menegaskan bahwa seni dan budaya tidak boleh berhenti sebatas ekspresi estetika semata. Lebih dari itu, seni harus mampu bertransformasi menjadi alat kritik yang tajam terhadap berbagai kebijakan publik yang menyimpang.

​Pernyataan tersebut disampaikan Sofyan dalam acara Semarak Budaya bertajuk Dari Ruang Redaksi ke Panggung Teater, Merawat Kebebasan Pers Lewat Seni yang digelar di Taman Budaya, Senin (4/5).

Sofyan Tan mengaitkan seni dengan realitas sosial. Menurutnya, karya seni seperti puisi dan teater memiliki kekuatan untuk menggugah kesadaran masyarakat atas isu-isu krusial, mulai dari kerusakan lingkungan hingga ketimpangan sosial.

Baca:GanjarMembuktikan Dirinya Sebagai Sosok Yang Inklusif

​Ia mencontohkan dua karya yang dibacakan dalam acara tersebut yang menggambarkan kondisi alam yang kian terancam. Bagi Sofyan, kerusakan tersebut bukanlah bencana alam biasa, melainkan dampak nyata dari kebijakan yang abai terhadap keberlanjutan lingkungan.

Baca juga :