Ikuti Kami

Duka Dokter Muda di Jambi, Pulung Agustanto Desak Audit Menyeluruh Program Internship

​Pulung menegaskan bahwa insiden ini merupakan alarm keras bagi sistem perlindungan tenaga medis di Indonesia.

Duka Dokter Muda di Jambi, Pulung Agustanto Desak Audit Menyeluruh Program Internship
Anggota Komisi IX DPR RI, Pulung Agustanto.

​Jakarta, Gesuri.id - Kabar duka menyelimuti dunia kesehatan Indonesia. Dr. Myta Aprilia Azmy, seorang dokter muda yang tengah menjalani program internship (magang) di RSUD KH Daud Arif, Kuala Tungkal, Jambi, dilaporkan meninggal dunia. 

Tragedi ini memicu reaksi keras dari anggota Komisi IX DPR RI, Pulung Agustanto, yang menduga adanya kelalaian manajemen terkait beban kerja tenaga medis.

​Pulung menegaskan bahwa insiden ini merupakan alarm keras bagi sistem perlindungan tenaga medis di Indonesia. Ia mendesak pihak terkait untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap program internship dokter.

Baca: Ganjar Pranowo Usung Pertahanan dan Keamanan Berbasis Daya

​“Kejadian ini bukan sekadar berita duka, melainkan peringatan bahwa ada yang salah dalam manajemen perlindungan tenaga medis kita. Sangat ironis ketika seorang pekerja kemanusiaan justru kehilangan nyawa akibat beban kerja yang tidak manusiawi,” ujar Pulung dalam keterangan resminya.

​Berdasarkan laporan dari Ikatan Alumni (IKA) FK Universitas Sriwijaya, dr. Myta diduga dipaksa bekerja melampaui batas kemampuan fisik. Indikasi kuat menunjukkan bahwa almarhumah bertugas selama tiga bulan berturut-turut tanpa hari libur, baik di bangsal maupun Instalasi Gawat Darurat (IGD).

​Ironisnya, dr. Myta dikabarkan sering bertugas tanpa supervisi dari dokter definitif yang seharusnya mendampingi tenaga magang. Kondisi ini mencapai titik kritis ketika ia tetap diwajibkan menjalani jaga malam meski kondisi kesehatannya sedang menurun drastis.

​“Laporan yang kami terima menyebutkan almarhumah mengalami demam tinggi, sesak napas, hingga saturasi oksigen anjlok ke angka 80 persen, namun tetap diminta bertugas. Menugaskan seseorang yang sedang sesak napas adalah tindakan yang tidak masuk akal,” tegas legislator dari Fraksi PDI Perjuangan tersebut.

Baca: Jangkar Baja Nilai Ganjar Pranowo Sosok Yang Otentik & Konsisten

​Tragedi yang menimpa dr. Myta menambah daftar panjang kematian dokter muda di tahun 2026. Hingga Mei tahun ini, setidaknya sudah tercatat empat kasus kematian dokter internship di berbagai wilayah Indonesia dengan latar belakang yang serupa.

​Pulung mengingatkan pemerintah agar tidak membiarkan tenaga medis bekerja layaknya mesin. Perlindungan hak-hak dasar, mulai dari waktu istirahat hingga pendampingan medis yang layak, harus menjadi prioritas utama agar kejadian serupa tidak terus berulang.

​“Kita sedang membicarakan nyawa manusia. Jika perlindungan bagi dokter saja abai, bagaimana kita bisa menjamin kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat luas?” pungkasnya.

Quote