Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Irjen Pol (Purn) Safaruddin, menyoroti sistem penempatan dan asesmen jabatan di lingkungan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang dinilai belum berjalan maksimal dan masih perlu dibenahi secara sistemik.
Di Polri sudah ada asesmen, tetapi belum maksimal. Ini persoalan sistem yang harus dibenahi agar benar-benar berjalan sesuai prinsip meritokrasi, kata Safaruddin, dikutip Senin (12/1/2026).
Safaruddin menilai, meskipun Polri telah memiliki mekanisme asesmen dalam pengisian jabatan, pelaksanaannya belum sepenuhnya berbasis sistem yang transparan dan objektif. Kondisi tersebut berdampak pada stagnasi karier personel, terutama dalam hal mutasi dan promosi jabatan.
Ia juga menekankan bahwa persoalan yang kerap mencoreng citra Polri justru muncul dari pelaksanaan tugas, khususnya di fungsi reserse.
Dalam pandangannya, tekanan tugas yang tinggi serta persoalan kesejahteraan personel menjadi faktor penting yang perlu mendapat perhatian serius.