Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi V DPR RI, Sofwan Dedy Ardyanto, mengritisi anggaran Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP) atau Basarnas yang terbilang minim. Padahal, menurut pria yang akrab dengan akronim SDA itu, tantangan dan ancaman terbesar Indonesia saat ini adalah lemahnya mitigasi bencana, baik bencana alam maupun non-alam.
(Ancaman) yang datang bertubi-tubi kepada negara dan bangsa kita saat ini justru datang dari faktor alam, dan pada saat itulah peran BMKG dan Basarnas menjadi sangat penting. Akan tetapi, anggarannya masih sangat amat tidak sesuai dengan kebutuhan, katanya, dikutip Kamis (29/1).
Berbicara pada forum Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Kepala BMKG dan Kepala BNPP/Basarnas di Gedung DPR RI, Senayan Jakarta, Sofwan merasa miris sekaligus prihatin dengan anggaran Basarnas yang hanya sebesar Rp 1,4 triliun. Pagu anggaran itu sejatinya juga telah dipangkas akibat efisiensi dari nilai semula yang menyentuh angka Rp 2,085 triliun.
Menurut saya, Pimpinan, ini patut menjadi catatan penting rapat kita hari ini, agar ini dieskalasi kepada penyusun anggaran yang lebih tinggi, apakah itu di Banggar, ujar Sofwan pada rapat yang beragendakan Evaluasi APBN 2025 dan Program Kerja 2026 itu.
Menurut anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI itu, Indonesia tidak sedang menghadapi ancaman peperangan. Sebab itu, SDA mengusulkan ide yang terbilang inovatif dengan melakukan penyesuaian terhadap pos anggaran yang ada di TNI, Bais, Polri maupun BIN. Khususnya anggaran untuk bidang intelijen.