Medan, Gesuri.id Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Sofyan Tan, mengajak masyarakat untuk mengubah cara pandang terhadap sampah. Menurutnya, jika dikelola dan dipilah dengan benar sejak dari rumah, sampah tidak lagi menjadi sumber masalah, melainkan dapat menjadi sumber daya baru yang bernilai ekonomi.
Berbagai jenis sampah, termasuk botol plastik, masih memiliki nilai ekonomi yang tinggi jika dipilah dan didaur ulang secara tepat, ujar Sofyan Tan saat membuka Bimbingan Teknis Pemanfaatan Limbah dan Sampah Plastik Kota Medan yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Hotel Grand Kanaya, Medan, Sabtu (27/6/2026).
Sofyan Tan menekankan pentingnya perubahan pola pikir masyarakat sebagai kunci utama dalam mengurangi volume sampah yang menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Mengingat sampah plastik membutuhkan waktu puluhan hingga ratusan tahun untuk terurai, pembatasan plastik sekali pakai dan budaya daur ulang harus menjadi gerakan bersama demi kelestarian lingkungan.
Baca:Ini 7 Fakta Unik Menarik TentangGanjarPranowo
Selain sampah plastik, Sofyan Tan juga menyoroti pentingnya edukasi mengenai perbedaan sampah domestik biasa dan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Berbeda dengan sampah umum, limbah B3 dari produk industri memerlukan penanganan khusus melalui fasilitas pengolahan atau insinerator standar agar tidak membahayakan kesehatan serta ekosistem.