Jakarta, Gesuri.id – Anggota Komisi X DPR RI, Once Mekel, terus konsisten mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkokoh persatuan bangsa.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui gelaran Giat Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Gedung GBN Pejompongan, Jakarta Pusat, baru-baru ini, dengan melibatkan generasi muda (Gen-Z) dari berbagai wilayah di Jakarta.
Sebagai legislator yang membidangi sektor pendidikan, kebudayaan, pemuda, dan olahraga, Once memaparkan korelasi erat antara kesejahteraan sosial masyarakat dan esensi berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ia mengingatkan para peserta mengenai sejarah panjang pembentukan bangsa dari keragaman suku hingga menjadi sebuah negara yang berdaulat.
Baca: Ini 7 Fakta Unik & Menarik Tentang Ganjar Pranowo
"Secara teori dalam sejarah, orang mendirikan negara untuk melindungi diri sendiri dan memastikan kesejahteraan bersama, seperti keamanan pangan serta perlindungan dari pihak lain yang merasa lebih kuat. Negara kita ini berdiri melalui perjuangan yang berat," ujar pelantun lagu Dealova tersebut dalam sambutannya.
Once juga mengingatkan generasi muda agar tidak melupakan esensi dari dasar negara.
"Kita perlu mengingat modal sejarah dan prinsip-prinsip 'perjanjian suci' negara ini yang tidak boleh dilupakan. Jika kita melupakannya, negara ini bisa tidak ada lagi," tegas Once. Selain itu, ia menyoroti tantangan masa depan Indonesia di era disrupsi teknologi global serta mengingatkan potensi bahaya dari penyalahgunaan teknologi.
Baca: Kisah Perjuangan Ganjar dari Mahasiswa Sampai Jadi Capres
Kemasan Edukasi Kreatif lewat Permainan Kelompok
Sosialisasi ini menghadirkan narasumber utama, Dr. Ir. Hamry Gusman Zakaria, M.M., seorang akademisi sekaligus Ketua Yayasan Pendidikan Laboratorium Pancasila (YPLP). Dalam sesi materi, Dr. Hamry membedah konsep 4 Konsensus Dasar Bangsa sebagai pemaknaan fundamental dari 4 Pilar Kebangsaan berdasarkan Putusan Mahkamah Konstitusi.
Penyampaian materi dikemas secara interaktif, edukatif, dan inovatif yang disesuaikan dengan psikologi generasi muda serta tenaga pendidik. Materi kebangsaan tersebut disimulasikan melalui permainan kelompok (group games) yang dinamis. Pendekatan kreatif ini terbukti berhasil mencairkan suasana dan membangkitkan partisipasi aktif seluruh peserta hingga akhir acara.
Kegiatan yang mendapatkan respons positif dari pemuda Jakarta ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh muda, di antaranya Aryo Seno Bagaskoro dan Cintya Amanda Labetta Arie. Kehadiran mereka mempertegas komitmen kolaboratif dalam mengawal nilai-nilai kebangsaan secara berkelanjutan kepada generasi muda.

















































































