Ikuti Kami

Pengembangan Wisata Harus Selaras dengan Pembukaan Akses Pasar UMKM

Pengembangan pariwisata yang ideal wajib melibatkan pemberdayaan UMKM secara terintegrasi agar manfaatnya dapat dirasakan langsung.

Pengembangan Wisata Harus Selaras dengan Pembukaan Akses Pasar UMKM
Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PDI-Perjuangan, Nila Yani Hardiyanti.

Jakarta, Gesuri.id – Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PDI-Perjuangan, Nila Yani Hardiyanti, menegaskan bahwa sektor pariwisata dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tidak dapat dipisahkan. Menurutnya, pertumbuhan destinasi wisata di daerah harus berdampak langsung pada peningkatan ekonomi para pelaku usaha lokal.

Nila menilai, pengembangan pariwisata yang ideal wajib melibatkan pemberdayaan UMKM secara terintegrasi agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat bawah.

"Bagaimanapun sektor pariwisata selalu berdampingan dengan sektor UMKM. Ketika ada destinasi wisata yang berkembang, tentu akan membawa manfaat bagi teman-teman UMKM dan masyarakat lokal," ujar Nila dalam keterangan tertulisnya, Senin (29/6).

Baca: Ganjar Pranowo Ingin Generasi Muda Indonesia 

Legislator asal daerah pemilihan (dapil) terkait mengingatkan pemerintah agar memberikan perhatian yang seimbang. Ia menyoroti pola pembinaan selama ini yang dinilai masih kerap terjebak pada seremonial belaka.

Menurut Nila, penguatan sektor UMKM dan pariwisata tidak akan optimal jika hanya mengandalkan program pelatihan atau pembinaan tanpa arah yang jelas. Pemerintah pusat maupun daerah dituntut hadir dengan kebijakan konkret yang mampu membuka akses pasar secara nyata.

"Saya selalu memberikan saran kepada Kementerian Pariwisata bahwa ini tidak bisa hanya berhenti di pelatihan dan pembinaan saja," cetus Nila.

Nila optimis bahwa para pelaku UMKM dan pengelola wisata lokal pada dasarnya memiliki kemampuan untuk berkembang secara mandiri (organik). Kendala terbesar yang mereka hadapi saat ini hanyalah masalah menjangkau konsumen yang lebih luas.

Baca: Ganjar Pranowo: Dari Pengacara hingga Gubernur

Untuk menjembatani celah tersebut, Nila mendesak pemerintah agar fokus memfasilitasi program temu bisnis atau business matching. Langkah konkret ini dinilai jauh lebih efektif untuk:

- Mempertemukan langsung produk lokal dengan pembeli skala besar.

- Memastikan ekosistem konsumen hadir secara berkelanjutan.

- Meningkatkan penggunaan produk-produk dalam negeri.

Melalui sinergi dan kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, pemda, dan pelaku usaha, Nila berharap daya saing pariwisata nasional dapat terus meningkat tajam di tengah ketatnya persaingan global.

Quote