Jakarta, Gesuri.id – Langkah politik Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), yang mulai turun gunung demi mendongkrak perolehan suara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memicu reaksi dingin dari PDI Perjuangan.
Manuver Jokowi yang memasang target tinggi untuk PSI pada Pemilu 2029 dinilai sebagian pihak sebagai langkah prematur, bahkan disebut pengamat sebagai aksi "curi start".
Ketua DPP PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo, menanggapi santai safari politik yang dilakukan Jokowi di Lampung tersebut. Menurut Ganjar, setiap partai politik maupun individu memiliki hak dan ambisinya masing-masing.
Baca: Ini 7 Fakta Unik & Menarik Tentang Ganjar Pranowo
"Kami menghormati hak setiap warga negara dalam berserikat dan berkumpul. Masing-masing punya cita-cita," ujar Ganjar, Senin (29/6).
Ganjar menegaskan bahwa partainya tidak ingin ambil pusing dengan manuver mantan Wali Kota Solo tersebut. Ia memastikan banteng moncong putih enggan mencampuri strategi dapur partai lain.
"Kami tidak mencampuri urusan rumah tangga orang lain," imbuhnya singkat.
Jika Ganjar memilih merespons dengan diplomatis, kritik lebih tajam datang dari politikus PDI Perjuangan Guntur Romli. Ia secara blak-blakan menyindir langkah Jokowi yang dinilai terlalu dini memikirkan kontestasi Pemilu 2029, di saat dinamika politik pasca-pemilu sebelumnya masih hangat.
Guntur menegaskan, PDI Perjuangan sama sekali tidak merasa terancam dengan gerilya politik Jokowi untuk partai berlambang mawar tersebut.
"PDI Perjuangan sama sekali tidak terancam dengan kunjungan politik Jokowi, yang disebut beberapa pengamat sebagai tindakan mencuri start kampanye Pemilu 2029," kata Guntur tegas.
Baca: Ini Deretan Program Ganjar Pranowo Yang Berhasil
Lebih lanjut, Guntur mengingatkan publik bahwa magnet politik Jokowi sudah tidak lagi berada di lingkaran PDI Perjuangan. Ia bahkan mengungkit status keanggotaan Jokowi yang sudah diputus oleh partai. Menurutnya, efek elektoral (Jokowi effect) yang selama ini diagung-agungkan sudah tidak berlaku bagi PDI Perjuangan.
"PDI Perjuangan sudah memecat Jokowi. Jokowi juga tidak membawa efek elektoral lagi bagi PDI Perjuangan," pungkasnya.
Target Muluk di Lampung
Sebelumnya, Jokowi kedapatan memberikan arahan khusus kepada para kader PSI dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD PSI Kota Bandar Lampung. Dalam safari perdana tersebut, Jokowi secara terbuka mematok target tinggi: PSI tidak boleh sekadar lolos ke Senayan pada Pemilu 2029, melainkan harus meraih ceruk suara yang signifikan.
Namun, langkah gas pol yang diambil Jokowi ini justru memantik kritik balik. Alih-alih menunjukkan sikap kenegarawanan sebagai mantan presiden yang mengayomi semua golongan, Jokowi dinilai masih terjebak dalam politik praktis dan ambisi partisan demi meloloskan partai bentukan anaknya ke parlemen.

















































































