Jakarta, Gesuri.id Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, menyayangkan nasib anjing Kintamani yang ruang geraknya masih terhambat akibat status Bali sebagai wilayah endemis rabies.
Padahal, Kintamani merupakan satu-satunya ras anjing asli Indonesia yang telah mendapatkan pengakuan dari federasi kinologi dunia.
Hal tersebut disampaikan Charles dalam Rapat Kerja Komisi IX DPR RI bersama Menteri Kesehatan di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Selasa (23/6).
Menurut Charles, kondisi yang menimpa ras anjing Kintamani saat ini merupakan sebuah ironi besar. Di satu sisi, satwa ini membawa nama baik membawa nama Indonesia di kancah internasional, namun di sisi lain potensi pelestarian dan promosinya mandek akibat pembatasan pergerakan hewan di Pulau Dewata.
Baca:9 Prestasi MenterengGanjarPranowo Selama Menjabat Gubernur