Jakarta, Gesuri.id -Anggota Komisi V DPR RI, Yasti Soepredjo Mokoagow, mendesak Direktur Jenderal Perhubungan Laut (Dirjen Hubla) Kementerian Perhubungan Muhammad Masyhud bertanggung jawab dan mempertimbangkan untuk mundur dari jabatannya menyusul tingginya angka kecelakaan kapal sepanjang 2026.
Pak Dirjen, saya mohon maaf, seharusnya Bapak yang bertanggung jawab penuh. Bapak harus ada budaya malu sebagai Dirjen, Pak. Sudah 600 kejadian dalam kurun Januari sampai Agustus. Harusnya Bapak mundur sebagai Dirjen Perhubungan Laut. Karena Bapak tidak mampu mengelola, tidak mampu memberikan ya reward and punishment kepada bawahan Bapak, kata Yasti dalam rapat dengan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Rabu (19/8/2026).
Yasti menilai catatan Basarnas mengenai sekitar 600 kecelakaan kapal dalam kurun Januari hingga Agustus 2026 menunjukkan adanya persoalan serius dalam pengelolaan keselamatan transportasi laut. Ia juga mempertanyakan pengawasan terhadap kapal yang beroperasi melebihi kapasitas penumpang.
Menurut Yasti, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) seharusnya tidak menerbitkan izin berlayar apabila jumlah penumpang melebihi kapasitas kapal. Ia pun mempertanyakan kemungkinan adanya praktik tidak semestinya dalam penerbitan izin tersebut.
Harusnya KSOP tidak mengeluarkan izin berlayar apabila jumlah penumpangnya melebihi kapasitas. Tetapi ini tidak dilakukan. Ada apa? Kalau saya menduga bahwa ini ada permainan, ada hengki pengki ya, karena bertahun-tahun seperti itu, ujar Yasti.