Malang, Gesuri.id Bendahara DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Tantri Bararoh, mengingatkan bahwa ancaman terhadap demokrasi Indonesia kini telah bergeser.
Tidak lagi melulu berbentuk otoritarianisme fisik, melainkan maraknya gerombolan buzzer, penyebaran hoaks, dan serangan pribadi (personal attack) di media sosial yang berpotensi memecah belah bangsa.
Peringatan tersebut disampaikannya dalam refleksi politik bertajuk Indonesia Menggugat: Meretas Jalan Demokrasi yang digelar di Kabupaten Malang, Rabu (29/7/2026), untuk memperingati peristiwa kerusuhan 27 Juli 1996 (Kudatuli).
Baca:
Demokrasi yang kita nikmati hari ini adalah warisan perjuangan. Namun, di era digital, ancaman demokrasi punya wajah baru. Jaringan buzzer dan disinformasi menciptakan narasi menyesatkan yang merusak kohesi sosial, ujar Tantri, Kamis (30/7/2026).