Jakarta, Gesuri.id - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung mendorong penguatan pendidikan vokasi berstandar internasional sebagai strategi mendesak untuk menekan angka pengangguran.
Langkah ini dinilai strategis untuk mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang terampil sekaligus membuka peluang kerja global bagi generasi muda daerah.
Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Budhi Condrowati, S.E., menegaskan bahwa pendidikan vokasi tidak boleh sebatas mencetak lulusan berijazah. Sekolah dan lembaga kejuruan harus membekali peserta didik dengan sertifikasi kompetensi, penguasaan bahasa asing, serta keterampilan teknis yang terhubung langsung dengan kebutuhan dunia usaha dan industri (link and match).
Baca:Mengenal SosokGanjarPranowo. Keluarga, Tempat Bersandar
Pendidikan vokasi harus benar-benar terkoneksi dengan kebutuhan dunia kerja. Lulusan tidak cukup hanya memiliki ijazah, tetapi juga harus mengantongi keterampilan dan kompetensi spesifik yang dicari pasar kerja, ujar Budhi, Selasa (11/8/2026).