Semarang, Gesuri.id — Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, mendorong agar kreativitas anak muda di Kota Semarang dapat naik kelas dan bertransformasi dari sekadar karya seni menjadi intellectual property (IP) atau kekayaan intelektual yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Menurutnya, berbagai bentuk karya seperti komik, permainan (gim), film, hingga karya digital memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan Agustina saat hadir sebagai narasumber dalam forum Semarang Creative City Forum yang merupakan rangkaian acara Semarang IP Summit 2026 di BINUS @Semarang, Sabtu (26/9/2026). Forum ini fokus membahas strategi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor kreativitas, digitalisasi, dan pengembangan IP.
Baca: Ganjar Bangga dengan Kualitas Bahan Aspal Karya Anak Bangsa
Agustina menjelaskan, di balik sebuah karakter komik atau permainan digital, terdapat narasi kuat yang dapat dihidupkan dan dikembangkan secara serius oleh para kreatornya. Perjalanan sebuah karya kreatif tidak boleh berhenti pada tahap produksi saja, melainkan harus dilanjutkan dengan perlindungan hukum terhadap IP, penciptaan produk turunan, serta dipertemukan langsung dengan industri dan pasar.
Ia menyebutkan bahwa terdapat empat unsur utama yang harus diperkuat dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif, yaitu talenta, IP, industri, dan pasar. Keempat elemen ini merupakan mata rantai penting untuk menjembatani potensi kreatif anak muda dengan peluang kesejahteraan ekonomi.
Ekosistem Kreatif di Kota Semarang
Kota Semarang dinilai memiliki modal yang kuat untuk membangun ekosistem tersebut berkat kekayaan cerita dan tingginya antusiasme kreatif anak muda. Upaya ini juga didukung oleh regulasi yang telah tersedia, seperti Peraturan Daerah (Perda) Nomor 12 Tahun 2021 dan Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 74 Tahun 2023, serta keberadaan ruang-ruang kolaborasi seperti Semarang Digital Kreatif dan pelaksanaan Lawang Sewu Short Film Festival 2026.
Baca: Ganjar Pranowo Minta Masyarakat Perketat Prokes
Melalui ajang seperti Semarang IP Summit 2026—yang menghadirkan pameran IP, lokakarya, hingga forum pencocokan bisnis (business matching)—pemerintah berupaya memfasilitasi para kreator lokal untuk memperluas jejaring industri.
"Mari kita ubah kreativitas menjadi karya dan karya menjadi IP, lalu menjadi industri yang membawa kesejahteraan," ajak Agustina.
Ia menegaskan komitmennya untuk menjadikan Kota Semarang sebagai rumah yang terbuka dan suportif bagi seluruh anak muda dalam mengembangkan potensi kreatif mereka menuju masa depan yang lebih mapan.

















































































