Tangerang, Gesuri.id Komisi XIII DPR RI mengingatkan Direktorat Jenderal Imigrasi untuk terus memperbarui teknologi pengawasan keimigrasian agar tidak tertinggal oleh modus kejahatan lintas negara yang kian canggih, seperti pemalsuan paspor, visa, dan data perlintasan.
Anggota Komisi XIII DPR RI, Marinus Gea, menegaskan bahwa kecanggihan sistem pengawasan saat ini harus diimbangi dengan kewaspadaan serta kemampuan petugas dalam mengolah data secara optimal.
Baca:GanjarSentil Isu Pilpres 2029: Rakyat Lagi Susah
Teknologinya harus terus diperbarui (di-update). Kita juga harus mewaspadai teknologi luar yang bisa mengungguli sistem kita, terutama terkait pemalsuan data, paspor, dan visa. Imigrasi tidak boleh kalah, tegas Marinus saat Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XIII DPR RI di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (9/9).
Marinus menilai, sistem teknologi keimigrasian yang ada sebenarnya sudah sangat mendukung fungsi pengawasan. Namun, efektivitas di lapangan tetap bergantung pada keandalan SDM dalam memanfaatkan data perlintasan untuk membaca potensi risiko.