Tragedi Kudatuli 1996, Puncak Brutalitas Pelanggaran HAM Era '90-an yang Tak Boleh Dilupakan

Rekam jejak kekerasan yang melibatkan intervensi penguasa ini dinilai terlalu keji untuk dibiarkan tenggelam dalam sejarah.
Minggu, 19 Juli 2026 05:50 WIB Jurnalis - Heru Guntoro

​Jakarta, Gesuri.id Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, menyebut peristiwa penyerangan Kantor DPP PDI pada 27 Juli 1996atau yang dikenal sebagai Tragedi Kudatulisebagai aksi pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) paling brutal sepanjang dekade 1990-an.

Rekam jejak kekerasan yang melibatkan intervensi penguasa ini dinilai terlalu keji untuk dibiarkan tenggelam dalam sejarah tanpa ada pengusutan tuntas.

​Peristiwa 27 Juli ini, kalau kita melihat sebenarnya, adalah satu bentuk pelanggaran HAM yang paling brutal di tahun 90-an, ujar Usman dengan lugas dalam diskusi bertajuk Refleksi Peristiwa 27 Juli 1996 di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.

Baca:Kisah PerjuanganGanjardari Mahasiswa Sampai Jadi Capres

​Brutalitas tragedi ini tidak hanya diukur dari kerusakan fisik bangunan, melainkan dari pertumpahan darah dan hilangnya nyawa manusia. Aksi penyerangan dan pengambilalihan paksa kantor partai tersebut menyisakan catatan kelam:

Baca juga :