Jakarta, Gesuri.id - Antrean panjang BBM subsidi di Sumatera Selatan kembali menjadi sorotan setelah seorang sopir truk meninggal dunia saat mengantre Bio Solar di SPBU Rejodadi, Sembawa, Kabupaten Banyuasin.
Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Yulian Gunhar, mendesak Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) segera mengevaluasi distribusi sekaligus menambah kuota BBM subsidi, khususnya Bio Solar dan Pertalite di Sumatera Selatan.
Kami turut berduka atas meninggalnya seorang sopir saat mengantre solar. Apa pun penyebab medisnya nanti, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa antrean BBM subsidi yang berlangsung berjam-jam tidak boleh terus dianggap sebagai hal yang normal, ucap Gunhar, Rabu (8/7/2026).
Baca:Inilah Profil dan BiodataGanjarPranowo
Ia menyebut, antrean Bio Solar di Sumatera Selatan bukan persoalan baru. Kondisi itu dinilai mencerminkan dua masalah sekaligus, yakni distribusi yang belum optimal dan kuota BBM subsidi yang sudah tidak lagi sebanding dengan kebutuhan masyarakat.