Jakarta, Gesuri.id – Mantan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, menegaskan bahwa pembangunan suatu kota harus ditangani secara komprehensif dan menyeluruh. Pendekatan tersebut wajib meliputi berbagai aspek krusial, mulai dari sektor ekonomi, pendidikan, sosial, kesehatan, hingga infrastruktur fisik.
Menurut Risma, pengelolaan tata kota tidak dapat dilakukan secara parsial karena setiap sektor saling berkesinambungan. Jika pemerintah hanya berfokus pada salah satu bidang, sektor pelayanan yang lain berpotensi besar untuk terbengkalai.
"Tidak bisa jika pembangunan suatu kota dikerjakan sepotong-sepotong. Sebab, jika kita menangani hanya satu, maka yang lain akan terabaikan," ujar Risma dalam wawancara eksklusif dengan Moncong Publik.
Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu
Dalam hal pelayanan publik, Surabaya telah menerapkan sistem yang efektif, efisien, dan transparan. Keunggulan ini tercapai lantaran hampir 100 persen sistem birokrasi dan layanan di Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sudah bertransformasi ke arah berbasis elektronik (e-government).
Risma mencontohkan digitalisasi ini telah diterapkan pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Melalui sistem yang terintegrasi secara real-time, ia dapat memantau volume sampah yang dikirim dari setiap Tempat Pembuangan Sementara (TPS) per menit, lengkap dengan data nomor pelat truk serta nama pengemudinya.
Pada bidang pendidikan, Pemkot Surabaya menggratiskan biaya sekolah bagi pelajar tingkat SD dan SMP, serta merenovasi gedung sekolah secara vertikal. Langkah ini dilakukan guna menyisakan lahan luas yang kemudian dialokasikan untuk pembangunan fasilitas olahraga dan seni sebagai wadah bakat positif siswa.
Sementara di sektor ekonomi, fokus utama diarahkan pada pemberdayaan perempuan melalui program kewirausahaan, seperti gerakan Pahlawan Ekonomi. Risma terjun langsung memberikan pelatihan entrepreneurship kepada para ibu rumah tangga, termasuk di kawasan eks lokalisasi Gang Dolly, yang kini sukses meraup omset puluhan juta rupiah per bulan.
Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda
"Seperti di kawasan eks lokalisasi Dolly, di sana mereka kita latih untuk berwirausaha, dan saat ini ibu-ibu di sana bisa membantu perekonomian keluarga mereka," tuturnya.
Selain ekonomi, program sosial juga diperkuat lewat inisiatif pemenuhan pangan gratis setiap hari bagi para lansia. Program permakanan ini dipantau secara ketat melalui sistem elektronik, sehingga pemerintah dapat langsung melayangkan komplain kepada petugas jika ditemukan kualitas makanan yang tidak layak.
Risma juga mengingatkan bahwa cetak biru pembangunan setiap daerah tidak bisa disamakan karena perbedaan kondisi geografis. Mengingat wilayah Surabaya hanya berada 5 meter di atas permukaan laut, Pemkot mengantisipasi risiko banjir dengan membangun tanggul penahan air pasang, beberapa bozem penampung air, serta memasang box culvert di berbagai ruas jalan.

















































































