Jakarta, Gesuri.id Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menyoroti tajam lonjakan utang pemerintah yang terjadi sepanjang tahun 2025.
Berdasarkan laporan terbaru, total utang pemerintah hingga akhir 2025 telah menembus angka Rp9.658 triliun, yang memicu kenaikan rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) menjadi 40,5 persen.
Kritik tersebut dilayangkan dalam Rapat Paripurna DPR yang digelar di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/7).
Baca:GanjarSosok Capres yang Peduli Kesetaraan Gender
Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Didik Haryadi, mendesak pemerintah untuk memberikan penjelasan transparan mengenai dampak lonjakan utang ini terhadap ruang fiskal negara.