Ikuti Kami

Megawati Berduka atas Wafatnya Ayatollah Ali Khamenei: Saya Melihat Gema Perjuangan Bung Karno

​Megawati mengenang kembali momen hangat saat dirinya bertemu langsung dengan Khamenei di Teheran pada tahun 2004 silam,

Megawati Berduka atas Wafatnya Ayatollah Ali Khamenei: Saya Melihat Gema Perjuangan Bung Karno
Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri.

Jakarta, Gesuri.id – Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, menyampaikan ucapan duka mendalam atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Khamenei dilaporkan wafat dalam serangan udara Amerika Serikat (AS)-Israel pada 28 Februari 2026 lalu, dan dijadwalkan dimakamkan di kampung halamannya di Mashhad, Iran, pada pekan ini.

​Pesan duka dari Ketua Umum PDI Perjuangan tersebut disampaikan melalui sebuah rekaman video yang dilengkapi teks terjemahan bahasa Persia. Video ini telah disiarkan oleh Channel One, salah satu stasiun televisi resmi pemerintah Iran, Jumat (3/7).

​"Wafatnya Yang Mulia Ayatollah Ali Khamenei bukan hanya kehilangan besar bagi bangsa Iran, tetapi juga telah mengguncang hati banyak orang yang mencintai keadilan, kedaulatan bangsa, dan kemanusiaan di seluruh penjuru dunia," kata Megawati dalam rekaman video yang diterima, Selasa (7/7).

Baca: Inilah Profil dan Biodata Ganjar Pranowo 

​Megawati mengenang kembali momen hangat saat dirinya bertemu langsung dengan Khamenei di Teheran pada tahun 2004 silam, ketika ia masih menjabat sebagai Presiden RI. Ia mengaku sangat terkesan dengan semangat sang ulama yang mengingatkannya pada sosok sang ayah, Sukarno.

​"Dalam diri beliau, saya melihat gema perjuangan yang pernah dirintis oleh ayahanda saya, Bung Karno. Yang Mulia Ali Khamenei sejak muda telah mengenal, mengagumi, serta membaca pidato dan pemikiran Bung Karno," ungkap Megawati.

​Ia juga menambahkan betapa kuatnya kharisma yang dipancarkan oleh pemimpin spiritual Iran tersebut saat mereka bertatap muka.

​"Saat itu, saya merasakan pancaran kharisma yang sangat kuat dan keteduhan hati yang sangat dalam. Beliau adalah seorang ulama yang lembut namun teguh memegang prinsip, sekaligus seorang negarawan yang peka terhadap derita bangsanya," lanjutnya.

Baca: Perjalanan Hidup Ganjar Pranowo Lengkap dengan Rekam Jejak

​Momentum duka ini juga dimanfaatkan Megawati untuk kembali menegaskan sikap politiknya terkait perdamaian dunia. Ia mengutuk tindakan kekerasan dan menyerukan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional.

​"Hari ini, dalam kenangan indah terhadap beliau, saya ingin menegaskan kembali keberpihakan saya pada penyelesaian konflik melalui jalan damai, dialog yang adil, serta penghormatan terhadap hukum internasional dan kemanusiaan, bukan pada kekerasan dan agresi bersenjata sepihak," tegas Megawati.

​Di akhir pesannya, Megawati menitipkan doa dan memberikan suntikan moral bagi rakyat Iran agar tetap kuat dan bersatu di tengah situasi geopolitik dunia yang kian memanas.

​"Semoga rakyat Iran dianugerahi kekuatan, persatuan, dan kebijaksanaan untuk melalui masa-masa sulit ini, di tengah badai sejarah yang sedang bergelora. Selamat jalan Yang Mulia Ayatollah Ali Khamenei…. Kami melepas kepergianmu dengan doa, rasa hormat, dan persaudaraan yang tak akan lekang oleh waktu," pungkasnya.

Quote