Jawa Timur,Gesuri.id - Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Wara Sundari Renny Pramana, menyoroti masih adanya 557.868,9 ton atau 26,36 persen pupuk bersubsidi yang belum tersalurkan kepada petani Jawa Timur hingga 21 September 2026. Dari total alokasi 2.115.951 ton, pupuk yang telah tersalurkan tercatat sebanyak 1.558.082,1 ton atau 73,64 persen.
Artinya, masih terdapat 557.868,9 ton atau 26,36 persen pupuk bersubsidi yang belum tersalurkan, sebut Wara Sundari Renny Pramana.
Menurut Renny, persoalan pupuk bersubsidi tidak cukup dilihat dari ada atau tidaknya stok. Pemerintah perlu memastikan pupuk tersedia di wilayah yang membutuhkan dan dapat ditebus petani ketika memasuki masa tanam.
Persoalan pupuk tidak cukup dilihat dari ada atau tidaknya stok. Tantangannya adalah apakah pupuk tersedia di wilayah yang membutuhkan, dapat ditebus petani yang berhak, tersedia sesuai musim tanam, serta tidak menambah kerumitan administrasi bagi petani, kata Renny, Rabu (23/9/2026).
Data penyaluran menunjukkan NPK memiliki tingkat realisasi tertinggi, yakni 76,21 persen. Dari alokasi 961.695 ton, sebanyak 732.888,6 ton telah tersalurkan dan masih tersisa 228.806,4 ton.