Tangerang, Gesuri.id Ketua Badan Pengkajian MPR RI, Yasonna Laoly, menilai bahwa ketidakpuasan publik terhadap partai politik (parpol) bersumber dari sikap pragmatis elite partai.
Praktik ini dinilai makin marak demi mengejar ambang batas parlemen (parliamentary threshold) agar partai bisa mengamankan kursi di DPR.
Yasonna menjelaskan, tuntutan tersebut membuat parpol cenderung mengambil jalan pintas dengan mengusung figur publik yang sekadar populer atau calon yang memiliki finansial kuat untuk menanggung biaya pemilu. Dampaknya, kualitas kaderisasi serta pemahaman ideologi partai kerap dikesampingkan.
Baca:Empat Keberhasilan Ganjar Pranowo Selama Menjadi Gubernur
Yang penting bisa meraup suara sebanyak-banyaknya dan mampu secara ekonomi membiayai pemilu. Terkadang sampai harus membajak caleg potensial demi memastikan partai tetap bertahan di DPR, tegas Yasonna usai memimpin Focus Group Discussion (FGD) Kelompok I Badan Pengkajian MPR di Kota Tangerang Selatan, Banten, Jumat (6/11).