Blitar, Gesuri.id – Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto ziarah ke makam Presiden pertama Republik Indonesia sekaligus Proklamator Kemerdekaan, Ir. Soekarno atau Bung Karno, di Kota Blitar, Jawa Timur, Sabtu (7/11).
Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka menyambut peringatan Hari Pahlawan. Dalam kesempatan itu, Hasto mengajak seluruh elemen bangsa untuk kembali menghayati semangat perjuangan para pahlawan serta menjaga cita-cita kemerdekaan sebagaimana tertuang dalam Proklamasi dan nilai-nilai Pancasila.
Hasto mengatakan, kemerdekaan Indonesia merupakan hasil perjuangan dan pengorbanan besar para pahlawan bangsa. Oleh karena itu, pengorbanan tersebut tidak boleh disia-siakan, melainkan harus diwujudkan melalui penyelenggaraan pemerintahan yang berpihak kepada kepentingan rakyat.
"Republik Indonesia ini dibangun dengan cita-cita besar untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur, berdaulat, serta berpihak kepada rakyat marhaen, rakyat yang tertindas dan diperlakukan tidak adil," ujar Hasto saat memberikan keterangan kepada awak media di kawasan Makam Bung Karno.

Baca: Ganjar Pranowo Akui Belajar Industri Kreatif dari K-POP
Ia menegaskan, seluruh kebijakan pemerintah seharusnya berorientasi pada pencapaian cita-cita Proklamasi. Menurutnya, kekuasaan merupakan amanah yang harus digunakan untuk kepentingan rakyat, bukan demi kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu.
"Makna kekuasaan adalah untuk rakyat, bukan untuk kepentingan pribadi, bukan untuk kepentingan kelompok atau golongan. Semuanya harus dikelola berdasarkan norma-norma yang telah dirumuskan dengan sangat baik di dalam Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945," tegasnya.
Dalam pernyataannya, Hasto juga mengingatkan pentingnya moralitas, etika, dan kebenaran dalam pengelolaan negara. Ia berharap seluruh pejabat negara dapat meneladani semangat pengorbanan para pahlawan serta menjunjung tinggi hukum dan keadilan dalam menjalankan amanah jabatan.
Hasto turut menyampaikan harapannya agar Indonesia dijauhkan dari berbagai praktik penyalahgunaan kekuasaan yang dapat menjauhkan bangsa dari cita-cita perjuangan para pendiri negara.
Ia juga menyinggung komitmen PDI Perjuangan untuk terus melakukan kritik dan otokritik dalam mengawal kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan arahan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, agar partai tetap berada pada jalur perjuangan yang benar.
Selain melakukan ziarah, Hasto menyampaikan bahwa PDI Perjuangan akan menggelar kegiatan Soekarnorun pada Minggu (8/11/2026). Kegiatan tersebut ditujukan untuk membangkitkan semangat generasi muda agar memiliki kemandirian, kreativitas, serta keberanian dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.
"Soekarnoran ini menggelorakan semangat anak muda untuk berani berdiri di atas kaki sendiri. Anak-anak muda harus kreatif, harus menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta bergerak dalam seluruh aspek kehidupan," ungkapnya.
Menurut Hasto, olahraga juga membutuhkan dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi. Penerapan sains, teknik, serta kajian ilmiah dinilai penting untuk meningkatkan kemampuan dan pencapaian prestasi olahraga.

Baca: Empat Keberhasilan Ganjar Pranowo Selama Menjadi Gubernur
Ia menambahkan, Soekarnoran merupakan bagian dari kultur PDI Perjuangan dalam membangun karakter generasi muda yang percaya diri, berpikir merdeka, dan memiliki keberanian untuk mengabdikan diri kepada bangsa dan negara.
Melalui kegiatan tersebut, Hasto berharap generasi muda dapat meneladani semangat perjuangan Bung Karno dan para pendiri bangsa, sekaligus mengembangkan idealisme, kemandirian, serta kemampuan untuk menjawab tantangan masa depan.
"Anak-anak muda digerakkan oleh suatu idealisme bagi bangsa dan negara serta meneladani perjuangan para pendiri bangsa, khususnya Bung Karno," pungkasnya.

















































































