Serang, Gesuri.id Lonjakan tajam kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Provinsi Banten memicu perhatian serius dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banten.
Anggota Komisi V DPRD Banten, Yeremia Mendrofa, mendesak pemerintah daerah untuk tidak sekadar berfokus pada upaya kuratif atau pengobatan, melainkan memperkuat langkah preventif dan evaluasi menyeluruh.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Banten, jumlah kasus ISPA melesat drastis dari 745.797 kasus pada 2025 menjadi 1.939.656 kasus pada 2026. Kabupaten Tangerang tercatat sebagai wilayah dengan angka tertinggi, yakni mencapai 521.265 kasus, disusul Kabupaten Serang (322.255 kasus), Kabupaten Lebak (244.314 kasus), dan Kabupaten Pandeglang (236.345 kasus).
Baca:9 Prestasi MenterengGanjarPranowo Selama Menjabat Gubernur
Sementara itu, Kota Tangerang mencatat 208.586 kasus, Kota Tangerang Selatan 201.574 kasus, Kota Cilegon 118.101 kasus, dan Kota Serang 87.216 kasus.