Garut, Gesuri.id - Anggota DPRD Kabupaten Garut dari fraksi PDI Perjuangan, Yudha Puja Turnawan, memberikan arahan dalam sidang kelompok Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Garut Tahun 2027 bidang pemerintahan dan pembangunan manusia yang digelar di Aula Fisip Universitas Garut, Jalan Cimanuk, Pataruman, Kecamatan Tarogong Kidul, Kamis (12/03/2026).
Namun dengan keterbatasan tersebut, mereka juga harus memahami kondisi keuangan daerah. Dalam Musrenbang ini kita menekankan pentingnya kolaborasi pendanaan, baik dari forum TJSLP maupun dari lembaga pengumpul dana umat seperti Baznas, Lazismu, Lazisnu, Laz Persis, serta lembaga amil zakat lainnya, ujar Yudha.
Dalam arahannya, Yudha menyampaikan Kabupaten Garut menghadapi berbagai kompleksitas permasalahan di tengah keterbatasan fiskal pemerintah daerah. Ia mencontohkan salah satu organisasi gabungan perempuan yang menaungi 78 organisasi hanya menerima hibah sebesar Rp50 juta, yang menurutnya masih jauh dari cukup untuk mendukung berbagai kegiatan advokasi dan pemberdayaan perempuan.
Selain mendorong kolaborasi pendanaan dari berbagai lembaga di dalam negeri, Yudha juga mengajak pemerintah daerah memanfaatkan potensi hibah dari lembaga non-pemerintah internasional maupun pemerintah asing. Ia menilai sejumlah negara memiliki program bantuan rutin bagi organisasi yang bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat.
Hal ini harus dioptimalkan. Pemerintah Kabupaten Garut harus mampu menjembatani agar lembaga seperti Ford Foundation maupun INVID (International NGO Forum on Indonesian Development) yang mengelola dana hibah dari NGO asing juga dapat mengalokasikan bantuannya ke Kabupaten Garut, jelasnya.