Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Yulius Setiarto mengingatkan pemerintah agar tidak hanya berfokus pada ketersediaan pangan dalam menghadapi ancaman El Nino 2026. Menurutnya, fenomena tersebut juga berpotensi memicu krisis air, gangguan ekosistem, kesehatan, energi, hingga tekanan ekonomi masyarakat.
Di satu sisi, swasembada adalah kemampuan memproduksi, namun bagaimana resiliensi sebagai kemampuan menjaga kehidupan tetap berfungsi ketika produksi, air, lingkungan, kesehatan, energi, dan ekonomi mengalami tekanan bersamaan akibat El Nino, ujar Yulius.
Pernyataan tersebut disampaikan Yulius sebagai respons atas Pidato Kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI, dikutip Rabu(19/8/2026). Ia mengapresiasi capaian pemerintah dalam mewujudkan swasembada delapan komoditas pangan, yakni beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.
Dengan capaian tersebut, Presiden menyatakan Indonesia siap menghadapi ancaman El Nino tahun ini. Namun, Yulius menilai capaian swasembada pangan bukan satu-satunya aspek yang harus diperhatikan.
Yulius menuturkan, BMKG telah menyatakan El Nino 2026 aktif dan berpotensi mencapai intensitas sangat kuat. Fenomena tersebut diperkirakan memperpanjang serta memperkering musim kemarau, dengan risiko kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berpotensi meningkat pada Agustus-September.