Jakarta, Gesuri.id - Rencana Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten memboyong siswa bermasalah ke barak TNI menuai tanggapan dari jajaran legislatif.
Anggota DPRD Banten dari Fraksi PDI Perjuangan, Yeremia Mendrofa, meminta program pembinaan karakter tersebut tetap mengedepankan pendekatan humanis.
Yeremia menegaskan, barak militer seharusnya menjadi wadah pembentukan mental dan karakter positif, bukan ajang untuk menghukumi atau menakut-nakuti para pelajar.
Barak jangan menjadi tempat untuk menghukum anak. Barak harus menjadi ruang pembelajaran karakter, tutur legislator dari Komisi V DPRD Banten tersebut, Selasa (29/9).
Meski mendukung upaya pemda dalam menanamkan nilai kedisiplinan dan jiwa bela negara, Yeremia mengingatkan agar posisi TNI tetap ditempatkan sebagai mitra pendidikan. Peran inti guru, sekolah, dan orang tua tidak boleh tergantikan.