Ikuti Kami

Dindikbud Banten Libatkan TNI Bina Siswa, Yeremia Mendrofa Tekankan Pendekatan Humanis

Barak militer seharusnya menjadi wadah pembentukan mental dan karakter positif, bukan ajang untuk menghukumi atau menakut-nakuti.

Dindikbud Banten Libatkan TNI Bina Siswa, Yeremia Mendrofa Tekankan Pendekatan Humanis
Anggota DPRD Banten dari Fraksi PDI Perjuangan, Yeremia Mendrofa.

Jakarta, Gesuri.id - Rencana Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten memboyong siswa bermasalah ke barak TNI menuai tanggapan dari jajaran legislatif. 

Anggota DPRD Banten dari Fraksi PDI Perjuangan, Yeremia Mendrofa, meminta program pembinaan karakter tersebut tetap mengedepankan pendekatan humanis.

​Yeremia menegaskan, barak militer seharusnya menjadi wadah pembentukan mental dan karakter positif, bukan ajang untuk menghukumi atau menakut-nakuti para pelajar.

​"Barak jangan menjadi tempat untuk menghukum anak. Barak harus menjadi ruang pembelajaran karakter," tutur legislator dari Komisi V DPRD Banten tersebut, Selasa (29/9).

​Meski mendukung upaya pemda dalam menanamkan nilai kedisiplinan dan jiwa bela negara, Yeremia mengingatkan agar posisi TNI tetap ditempatkan sebagai mitra pendidikan. Peran inti guru, sekolah, dan orang tua tidak boleh tergantikan.

​Ia juga menyoroti pentingnya keterlibatan psikiater atau pendamping psikologis serta orang tua dalam proses asesmen siswa.

​"Jika ada siswa terlibat tawuran atau membolos, kita harus lihat akar masalahnya. Bisa jadi karena persoalan keluarga atau tekanan psikologis. Jangan sampai kita hanya mengobati gejala, tetapi abai pada penyebab utamanya," ujar Yeremia.

​Menurut Yeremia, keberhasilan program singkat ini tidak diukur dari seberapa patuhnya siswa selama berada di markas tentara, melainkan dari perubahan sikap mereka saat kembali ke tengah masyarakat.

​"Tujuan akhirnya bukan membuat anak takut pada aturan, melainkan membentuk pribadi yang paham dan bertanggung jawab. Masa depan Banten ada di tangan mereka hari ini," tutupnya.

Quote