Merah Muda Visioner: Dari Sumpah Pemuda Menuju Indonesia Emas 2045

Jutaan anak muda tumbuh pada saat yang sama ketika bangsa ini sedang mempersiapkan diri menuju Indonesia Emas 2045.
Selasa, 27 Oktober 2026 20:45 WIB Jurnalis - Nurfahmi Budi Prasetyo

ADA satu pertanyaan besar yang seharusnya muncul setiap kali Indonesia memperingati Sumpah Pemuda: setelah generasi 1928 mewariskan persatuan, apa yang akan dilakukan generasi hari ini dengan warisan tersebut?

Pertanyaan itu menjadi semakin penting karena Indonesia sedang berada dalam salah satu fase demografi paling menentukan dalam sejarahnya. Jutaan anak muda tumbuh pada saat yang sama ketika bangsa ini sedang mempersiapkan diri menuju Indonesia Emas 2045.

Bonus demografi bukan sekadar angka dalam laporan statistik. Di baliknya ada jutaan manusia dengan cita-cita, kemampuan, kreativitas, sekaligus kegelisahan tentang masa depan. Mereka adalah Gen Z dan generasi muda yang hari ini berada di sekolah, kampus, tempat kerja, komunitas, ruang kreatif, hingga berbagai bidang profesi.

Data BPS menunjukkan struktur penduduk Indonesia masih berada dalam periode bonus demografi, ketika proporsi penduduk usia produktif lebih besar dibandingkan penduduk usia nonproduktif. Kondisi tersebut menciptakan peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi apabila kualitas sumber daya manusia dan kesempatan kerja mampu dipersiapkan dengan baik.

Karena itu, bonus demografi tidak otomatis menjadi bonus pembangunan. Jumlah penduduk usia produktif yang besar harus bertemu dengan pendidikan berkualitas, kesehatan, pekerjaan layak, keterampilan, inovasi, dan ruang partisipasi yang memadai.

Baca juga :