DI BANYAK DAERAH, anak muda sering dipandang sebagai pencari pekerjaan. Padahal, mereka bisa menjadi pencipta pekerjaan.
Perubahan itu mulai terlihat melalui tumbuhnya wirausaha muda berbasis teknologi. Mereka tidak sekadar menjual produk, tetapi membangun ekosistem ekonomi baru.
Salah satu gambaran menarik datang dari kader muda partai di daerah. Ia membangun rantai pasok digital yang menghubungkan petani lokal dengan konsumen urban.
Jalur distribusi yang panjang perlahan dipangkas melalui teknologi. Petani memperoleh akses pasar lebih luas, sementara konsumen mendapatkan produk dengan lebih mudah.
Di tengah proses itu, lahirlah lapangan pekerjaan baru bagi sesama anak muda. Ada yang menangani pemasaran, teknologi, logistik, pengemasan, hingga layanan pelanggan.
Inilah makna pemberdayaan yang sesungguhnya. Anak muda tidak hanya menjadi objek program ekonomi, tetapi tumbuh sebagai pelaku sekaligus penggeraknya.
Gagasan tersebut dapat dibaca melalui konsep collaborative digital supply chain. Teknologi menjadi alat untuk mempertemukan kekuatan produsen lokal dengan kebutuhan pasar perkotaan.
Model ini penting karena persoalan ekonomi sering kali bukan sekadar kemampuan memproduksi. Petani dan pelaku UMKM juga menghadapi persoalan akses pasar, distribusi, informasi, serta posisi tawar.
Digitalisasi dapat memotong sebagian kerumitan tersebut. Produk lokal dapat bergerak lebih cepat dari sentra produksi menuju konsumen tanpa terlalu banyak mata rantai.
Namun, teknologi bukanlah tujuan akhir. Teknologi hanyalah jembatan menuju kemandirian ekonomi yang lebih luas.
Data BPS menunjukkan ekonomi kreatif telah menjadi ruang penting bagi penciptaan pekerjaan. Jumlah tenaga kerja ekonomi kreatif Indonesia mencapai sekitar 27,4 juta jiwa.
Pada saat bersamaan, kelompok usia muda memiliki potensi ekonomi yang sangat besar. Penduduk berusia 16–30 tahun disebut mencapai 66,83 juta jiwa atau sekitar seperlima penduduk Indonesia.
Angka tersebut bukan sekadar statistik kependudukan. Di dalamnya terdapat energi, kreativitas, keberanian mengambil risiko, dan kemampuan beradaptasi dengan teknologi.
Karena itu, politik anak muda seharusnya tidak berhenti pada representasi di ruang kekuasaan. Politik juga harus berbicara tentang bagaimana anak muda memiliki penghasilan dan masa depan.
Kemandirian ekonomi menjadi bentuk pemberdayaan politik yang sangat konkret. Anak muda yang memiliki usaha, jaringan, dan kemampuan finansial memiliki ruang lebih besar untuk menentukan pilihan hidupnya.
Di sinilah gagasan Merah Muda Berdaya menemukan relevansinya. Keberpihakan kepada anak muda harus diwujudkan melalui ekosistem yang membuat mereka mampu berdiri di atas kaki sendiri.
Sementara Merah Muda Mandiri bukan berarti berjalan sendirian. Kemandirian justru lahir dari kemampuan membangun kolaborasi antara petani, pelaku UMKM, pekerja muda, teknologi, pemerintah, dan pasar.
Model rantai pasok digital tersebut memperlihatkan bahwa gotong royong dapat menemukan bentuk baru di era digital. Semangat kolektif tidak hilang, melainkan berpindah ke platform, jaringan distribusi, dan ekosistem usaha.
Bagi generasi muda, inilah tantangan politik ekonomi yang sebenarnya. Bukan sekadar bagaimana memperoleh pekerjaan, tetapi bagaimana menciptakan pekerjaan sekaligus membuka jalan bagi orang lain.
Kader muda partai yang membangun ekosistem usaha seperti ini memberi pelajaran penting. Politik akan terasa bermakna ketika gagasan tentang keberpihakan diterjemahkan menjadi nilai ekonomi yang nyata.
Pada akhirnya, merah muda bukan hanya warna semangat anak muda. Ia dapat menjadi simbol keberanian untuk berdaya, berdiri mandiri, dan membangun kesejahteraan bersama dari akar rumput.
Sejalan dengan pesan di atas, Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto juga menekankan bahwa kekuatan anak muda terletak pada ide, kreativitas, penguasaan ilmu pengetahuan, dan keberanian menciptakan sesuatu. Menurutnya, semangat berdikari perlu diterjemahkan dalam kegiatan ekonomi yang memanfaatkan potensi lokal dan perkembangan teknologi. Antara News
Pesan tersebut menemukan relevansinya dalam pengembangan wirausaha muda berbasis ekonomi digital. Hasto menyebut generasi muda perlu didorong menjadi kekuatan kreatif yang mampu mengembangkan potensi nasional, mulai dari pangan, kuliner, hingga berbagai produk lokal dengan sentuhan inovasi. Antara News
Dalam konteks lapangan kerja, Hasto juga menyoroti keresahan anak muda terhadap kesempatan kerja dan mendorong PDI Perjuangan menghadirkan program konkret di bidang ekonomi kreatif. Ia menempatkan pengembangan ekonomi kreatif dan digital sebagai salah satu ruang untuk menjawab tantangan tersebut.
Karena itu, gagasan Merah Muda Berdaya dan Merah Muda Mandiri tidak cukup berhenti pada jargon pemberdayaan. Semangatnya adalah mendorong anak muda menciptakan ekosistem ekonomi secara bergotong royong, sehingga teknologi, produk lokal, kreativitas, dan pasar dapat bertemu untuk menghasilkan kemandirian serta lapangan kerja baru. Pesan Hasto tentang berdikari dan gotong royong juga sejalan dengan dorongannya agar kegiatan ekonomi berbasis komunitas mampu memberi manfaat langsung bagi peningkatan taraf hidup masyarakat.
Ikuti rangkaian publikasi Sumpah Pemuda ini dan sambut Merah Muda Fest pada 25 Oktober 2026. Mari lanjutkan semangat Sumpah Pemuda dengan menjadi bagian dari Millennium Public Pulse 28 pada 28 Oktober 2028. Informasi lebih lanjut mengenai acara dapat diakses melalui merahmudafest.com.

















































































