Sentil Ketamakan Manusia, Puisi Samuel Wattimena untuk Hutan Kalimantan Menyentuh Hati

Samuel prihatin atas kehancuran ekosistem rimba purba di jantung Khatulistiwa yang kian terancam oleh lautan api & asap pekat.
Rabu, 02 September 2026 09:28 WIB Jurnalis - Heru Guntoro

Jakarta, Gesuri.id - Anggota DPR RI, Samuel Wattimena, menyampaikan kritik tajam terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan melalui sebuah puisi mendalam yang diunggah di akun Instagram pribadinya.

​Melalui bait-bait puisinya, Samuel menyuarakan keprihatinan atas kehancuran ekosistem rimba purba di jantung Khatulistiwa yang kian terancam oleh lautan api dan asap pekat.

Politisi PDI Perjuangan ini menyoroti bagaimana keserakahan manusia sering kali menutup mata dari bencana lingkungan yang diciptakannya sendiri.

Baca:Kisah UnikGanjarPranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu

​Tadkala hutan menghijau, kita menyebutnya lahan. Tadkala pohon menjulang, kita menghitung kubiknya. Namun, tadkala semuanya menjadi abu, kita berdiri di hadapan kamera dan menyebutnya musibah, tulis Samuel dalam puisinya.

Baca juga :