Jakarta, Gesuri.id - Penambahan enam anggota baru ke dalam Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada 18 Agustus 1945 bukan sekadar urusan administratif penambahan kursi.
Dari kacamata komunikasi politik, langkah sepihak yang diambil Soekarno ini merupakan manuver brilian dalam manajemen pemangku kepentingan (stakeholder management) untuk merebut narasi kemerdekaan secara penuh dari tangan Jepang.
Tindakan tersebut secara de facto mengubah PPKI dari badan bentukan Tokyo menjadi badan nasional mandiri yang mewakili faksi-faksi politik riil di tingkat akar rumput.
Berikut pemetaan peran strategis keenam tokoh tersebut dalam mengonsolidasikan Republik yang baru lahir:
- Mr. Kasman Singodimedjo (Pelobi Kelompok Islam Militer)