Jakarta, Gesuri.id — Menjelang detik-detik kemerdekaan Republik Indonesia, Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) resmi dibubarkan pada 7 Agustus 1945.
Sebagai penggantinya, dibentuklah Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) atau yang dalam bahasa Jepang dikenal dengan sebutan Dokuritsu Junbi Inkai.
Panitia strategis ini dipimpin langsung oleh Ir. Soekarno selaku ketua dan Drs. Mohammad Hatta sebagai wakil ketua. Pada awalnya, PPKI beranggotakan 21 orang dari berbagai golongan dan wilayah di Indonesia. Namun, dalam perkembangannya, keanggotaan panitia ini diperluas dengan masuknya sejumlah tokoh tanpa sepengetahuan pihak Jepang.
Dikutip dari buku Sejarah SMA Kelas XII Program IPS karya Mustopo (2005:16), kesibukan para pemimpin nasional pascaproklamasi berfokus pada penataan tatanan kenegaraan. Guna mewujudkan hal tersebut, PPKI menggelar sejumlah sidang penting untuk melengkapi perangkat dan kelengkapan negara yang sah.
Daftar Anggota PPKI
Berikut adalah susunan lengkap daftar anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI):
1. Pimpinan Utama:
Ir. Soekarno (Ketua)
Drs. Mohammad Hatta (Wakil Ketua)
2. Anggota Inti (21 Orang):
K.R.T. Radjiman Wedyodinigrat
R.P. Soeroso
K.H. Abdoel Wachid Hasjim
Soetarjo Kartohadikoesoemo
Ki Bagus Hadikusumo
Otto Iskandardinata
Pangeran Soerjohamidjojo
Abdoel Kadir
Pangeran Poerbojo
Dr. Moh. Amir
Teuku Mohammad Hassan
Mr. Abdul Abbas
Dr. G.S.S.J. Ratulangi
A.A. Hamidan
Mr. Johannes Latuharhary
I Gusti Ketut Pudja
Drs. Yap Tjwan Bing
3. Anggota Tambahan (Tanpa Sepengetahuan Jepang):
Achmad Soebardjo
Sayuti Melik
R.A.A. Wiranatakoesoema
Ki Hadjar Dewantara
Iwa Koesoemasoemantri
Kasman Singodimedjo
Peran Penting PPKI dalam Kemerdekaan Indonesia
PPKI secara resmi dilantik oleh Marsekal Terauchi pada tanggal 9 Agustus 1945 di Đà Nẵng (dahulu bagian dari wilayah Indochina/Vietnam). Peresmian tersebut dihadiri langsung oleh trio pemimpin bangsa: Ir. Soekarno, Drs. Mohammad Hatta, dan Dr. Radjiman Wedyodiningrat.
Secara politis, pembentukan PPKI awalnya merupakan strategi pihak Jepang untuk menarik simpati para tokoh Indonesia agar bersedia membantu mereka dalam Perang Pasifik. Kala itu, Jepang menjanjikan kemerdekaan kepada Indonesia.
Namun, para founding fathers memanfaatkan wadah ini untuk kepentingan nasional. PPKI diberi tugas utama meresmikan pembukaan serta batang tubuh Undang-Undang Dasar 1945. Selain itu, badan ini bertugas melanjutkan hasil kerja BPUPKI, mempersiapkan pemindahan kekuasaan dari pemerintah pendudukan Jepang kepada bangsa Indonesia, serta merancang struktur ketatanegaraan yang baru.
Menjelang hari kemerdekaan, dinamika politik sempat memanas melalui Peristiwa Rengasdengklok yang diinisiasi oleh golongan muda dengan membawa Ir. Soekarno, Mohammad Hatta, dan Achmad Soebardjo keluar kota guna mendesak percepatan proklamasi.
Puncaknya, pada 17 Agustus 1945, proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia berhasil dikumandangkan. Naskah proklamasi tersebut diketik oleh Sayuti Melik dan dibacakan oleh Ir. Soekarno. Sementara itu, Sang Saka Merah Putih dijahit oleh Fatmawati dan dikibarkan oleh Suhud serta Latief Hendraningrat, menandai lahirnya negara yang berdaulat.

















































































