Wahyu Prayudi Nugroho Dampingi IMM Bawa 7 Tuntutan Darurat Pendidikan di Jember

Wahyu Prayudi Nugroho diminta mendampingi mahasiswa menemui pemkab.
Jum'at, 23 Oktober 2026 23:50 WIB Jurnalis - Nurfahmi Budi Prasetyo

Jember, Gesuri.id - Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menyelesaikan persoalan pendidikan, mulai dari tingginya angka anak tidak sekolah, dugaan kekerasan di Sekolah Rakyat, kesejahteraan guru honorer, hingga transparansi penyaluran beasiswa, Jumat (23/10/2026).

Dalam aksi unjuk rasa itu, anggota Komisi D DPRD Jember, Wahyu Prayudi Nugroho, diminta mendampingi mahasiswa menemui pemkab. Mereka kemudian mendatangi gedung Pemkab Jember bersama sejumlah anggota DPRD, termasuk Ketua DPRD Jember, Ahmad Halim.

Setibanya di lokasi, para pengunjuk rasa diterima Kepala Dinas Pendidikan Jember, Nurul Hafid Yasin, dan Asisten II Sekretariat Daerah Jember, Ratno Cahyadi Sembodo.

IMM membawa tujuh tuntutan untuk mengatasi kondisi yang mereka sebut sebagai darurat pendidikan di Jember.

Selain persoalan anak tidak sekolah dan dugaan kekerasan di Sekolah Rakyat, mereka menuntut peningkatan kesejahteraan guru honorer, perbaikan sarana dan prasarana pendidikan, transparansi serta pemerataan beasiswa, peningkatan rata-rata lama sekolah, dan pembentukan satuan tugas pengawalan pendidikan.

Baca juga :