Yuniyanti Chuzaifah: Soeharto Lahirkan Patriarki Baru, Hambat Kepemimpinan Perempuan

Soeharto membangun sistem sosial-politik yang menempatkan perempuan hanya sebagai pelengkap laki-laki, bukan pengambil keputusan
Minggu, 09 November 2025 02:23 WIB Jurnalis - Nurfahmi Budi Prasetyo

Ciputat, Gesuri.id Aktivis perempuan Yuniyanti Chuzaifah menyebut pemerintahan Orde Baru sebagai masa lahirnya patriarki negara. Menurutnya, Soeharto membangun sistem sosial-politik yang menempatkan perempuan hanya sebagai pelengkap laki-laki, bukan pengambil keputusan.

Soeharto menciptakan rumah tangga nasional. Presiden laki-laki, maka semua struktur di bawahnya harus patuh pada pola yang sama. Perempuan hanya boleh mendukung, tidak boleh memimpin, kata Yuniyanti dalam diskusi publik Forum Mahasiswa Ciputat (Formaci) yang membahas Soeharto Bukan Pahlawan, Sabtu (8/11).

Ia mencontohkan, organisasi seperti Dharma Wanita dan PKK menjadi instrumen politik untuk menanamkan peran domestik perempuan. Istri pejabat harus ikut mendukung suaminya, bukan karena kesetaraan, tapi karena perintah struktur, ujarnya.

Kebijakan itu, lanjutnya, melahirkan generasi perempuan yang merasa bersalah jika tidak menikah atau berkarier di luar rumah. Banyak yang kehilangan kepercayaan diri dan ruang untuk menjadi pemimpin, katanya.

Selain mengekang ruang politik perempuan, Yuniyanti juga menyebut Orde Baru membentuk citra tubuh perempuan yang seragam: anggun, jinak, dan tunduk. Citra ini ditanamkan lewat media dan pendidikan. Semua diarahkan untuk menanamkan loyalitas, bukan kesadaran kritis, katanya.

Baca juga :