Sekjen Hasto: Suara Kebangsaan Indonesia

Oleh: Sekjen Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Hasto Kristiyanto.
Minggu, 19 September 2021 12:12 WIB Jurnalis - Ali Imron

Jakarta, Gesuri.id - RESTORAN Padang yang tersebar di seluruh penjuru dunia, bahkan sudah go public ke dunia, karena jumlahnya yang begitu banyak, mungkin dianggap biasa. Namun dari sudut pandang ideologis, terlebih atas pendekatan kritis dalam perspektif Pancasila, melalui Restoran Padang terkandung begitu banyak pelajaran berharga.

Pertama, nilai kesetaraan. Begitu masuk Restoran Padang, semua makanan disajikan. Penikmat kuliner tinggal duduk, dan dengan tangan terbuka memiliki hak yang sama untuk menikmati makanan yang terhidang di meja. Di sini nilai kesetaraan berbicara.

Baca:PDI Perjuangan Pastikan Tak Inginkan Presiden Tiga Periode

Kedua, keberdikarian. Restoran Padang hadir sebagai cermin semangat berdikari bangsa. Keseluruhan menu yang disajikan, murni khas nusantara. Dari pete, jengkol, aneka lauk, ikan, daging sapi, ayam, dan berbagai sayuran dengan bumbu khas nusantara. Dari pete, jengkol, aneka lauk, ikan, daging sapi, ayam, dan berbagai sayuran dengan bumbu khas nusantara. Kesemuanya berasal dari bumbu nusantara yang dikenal subur dan kaya. Bumbu-bumbuan dipadukan aneka rempah membentuk makanan bercita rasa luar biasa. Tingginya kandungan produk nusantara inilah menyebabkan mengapa Restoran Padang mendapat kehormatan sebagai simbolisasi keberdikarian nasional di bidang pangan.

Ketiga, nilai kebhinnekaan. Di seluruh pelosok nusantara, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga ke Rote, Restoran Padang berjejaring, membangun network dengan pesan kebhinnekaan. Mengapa? Ketika makan di Restoran Padang, bukankah tidak pernah terbersit pertanyaan tentang Restoran Padang dari suku apa, agamanya apa, sistem nilainya bagaimana. Tidak pernah. Di sini fakta berbicara.

Baca juga :