98% Warga Garut Buta Aksara, Yudha Puja Turnawan: Tanggung Jawab Kita Semua

“Kalau menemukan warga yang buta aksara, tidak bisa membaca dan menulis, silakan berkomunikasi dengan PKBM terdekat."
Jum'at, 02 Oktober 2026 16:00 WIB Jurnalis - Ananda Okctaviani

Jakarta, Gesuri.id - Anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi PDI Perjuangan, Yudha Puja Turnawan, menyoroti persoalan buta aksara yang masih terjadi di Kabupaten Garut. Berdasarkan estimasi Badan Pusat Statistik (BPS), sekitar 0,98 persen penduduk Garut berusia 10 tahun ke atas masih belum mampu membaca dan menulis.

Kalau menemukan warga yang buta aksara, tidak bisa membaca dan menulis, silakan berkomunikasi dengan PKBM terdekat. Ini merupakan tanggung jawab kita semua, ujar Yudha saat berada di Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, dikutip Jumat (2/10/2026).

Menurut Yudha, persentase tersebut setara dengan lebih dari 20 ribu hingga kurang dari 30 ribu warga. Sementara itu, tingkat melek aksara di Kabupaten Garut saat ini telah mencapai sekitar 99,02 persen. Namun, capaian tersebut masih menyisakan warga yang membutuhkan akses terhadap pendidikan dasar.

Yudha menilai penanganan buta aksara tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah daerah. Pemerintah desa, lembaga pendidikan, mahasiswa, masyarakat, serta organisasi terkait perlu terlibat untuk mendata sekaligus membantu warga yang belum mampu membaca dan menulis.

Persoalan tersebut, kata Yudha, masih ditemukan secara langsung di tengah masyarakat. Saat melakukan kegiatan bakti sosial di wilayah Bayongbong dan sekitarnya, ia menemukan dua warga yang belum mampu membaca dan menulis.

Baca juga :