Ikuti Kami

Yudha Puja Turnawan Hadirkan Layanan Adminduk, Kesehatan, dan Donor Darah

"Jadi kegiatan reses hari ini kita berkolaborasi dengan beberapa SKPD. Intinya sebagaimana semaksimal mungkin melayani masyarakat Garut."

Yudha Puja Turnawan Hadirkan Layanan Adminduk, Kesehatan, dan Donor Darah
Anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi PDI Perjuangan, Yudha Puja Turnawan,.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi PDI Perjuangan, Yudha Puja Turnawan, menghadirkan pelayanan publik terpadu berupa layanan administrasi kependudukan (adminduk), kesehatan, dan donor darah dalam kegiatan reses di Hotel Augusta, Jalan Raya Cipanas, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut.

"Jadi kegiatan reses hari ini kita berkolaborasi dengan beberapa SKPD. Intinya sebagaimana semaksimal mungkin melayani masyarakat Garut," ujar Yudha, dikutip Jumat (9/10/2026).

Yudha menjelaskan, kegiatan reses tersebut tidak hanya menjadi sarana untuk menyerap aspirasi masyarakat, tetapi juga dimanfaatkan untuk mendekatkan berbagai layanan pemerintah kepada warga. Agenda utama penyampaian aspirasi dijadwalkan berlangsung pada pukul 13.00 WIB, dengan melibatkan sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD).

Pelayanan terpadu tersebut bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Sosial (Dinsos), serta Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Garut.

Menurut Yudha, kegiatan itu melibatkan perangkat desa dari empat kecamatan, yakni Tarogong Kidul, Tarogong Kaler, Leles, dan Kadungora. Keterlibatan berbagai instansi tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh pelayanan sekaligus menyampaikan persoalan yang mereka hadapi secara langsung.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut adalah penonaktifan kepesertaan BPJS Kesehatan segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) bagi warga yang tercatat dalam kelompok desil tinggi. Melalui kolaborasi dengan Dinkes dan Dinsos Kabupaten Garut, persoalan tersebut dibahas untuk mencari solusi bagi warga prasejahtera yang masih membutuhkan bantuan jaminan kesehatan.

"Sambil dicari solusi, ternyata ada warga yang miskin tapi di desil tinggi. Nanti dicari solusi agar yang bersangkutan mendapatkan BPJS gratis," ucapnya.

Yudha menilai, persoalan ketidaksesuaian data sosial ekonomi perlu mendapat perhatian agar masyarakat yang benar-benar membutuhkan tidak kehilangan akses terhadap layanan kesehatan hanya karena tercatat dalam kelompok desil yang lebih tinggi.

Selain membahas persoalan jaminan kesehatan, reses tersebut juga menghadirkan sejumlah layanan yang dapat diakses langsung oleh masyarakat. Layanan kesehatan meliputi Cek Kesehatan Gratis (CKG), sedangkan pelayanan administrasi kependudukan mencakup pembuatan akta kelahiran, perekaman dan pencetakan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP), pembaruan Kartu Keluarga (KK), hingga aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).

"Selain itu, kegiatan tersebut juga diisi dengan aksi kemanusiaan berupa donor darah," katanya.

Melalui kegiatan reses yang dipadukan dengan pelayanan publik terpadu ini, Yudha berharap kebutuhan masyarakat dapat ditangani secara lebih langsung. Kolaborasi antara DPRD dan instansi terkait juga menjadi upaya untuk mengidentifikasi kendala pelayanan sekaligus mencari solusi atas persoalan yang dihadapi warga Kabupaten Garut.

Quote