Jakarta, Gesuri.id - Anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi PDI Perjuangan, Yudha Puja Turnawan, mendorong kolaborasi berbagai pihak untuk membantu membangun kembali rumah Komariah, warga Kampung Citamiang RT 03/RW 06, Desa Bayongbong, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, yang hangus terbakar.
“Musibah ini sangat berat. Beliau kehilangan rumah dan seluruh harta benda, hanya menyisakan pakaian yang dipakai. Karena itu, kita harus bahu-membahu mencari solusi agar rumah Ibu Komariah bisa kembali dibangun,” ujar Yudha, dikutip Jumat (2/10/2026).
Kebakaran terjadi pada Rabu (30/9/2026) sekitar pukul 01.00 WIB. Rumah yang ditempati Komariah, seorang janda yang telah ditinggal suaminya sejak 2007, ludes bersama seluruh harta benda yang ada di dalamnya.
Komariah disebut hanya sempat menyelamatkan pakaian yang dikenakannya saat kebakaran terjadi.
Yudha mendatangi lokasi bersama Pemerintah Kecamatan Bayongbong, Pemerintah Desa Bayongbong, serta Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dinas Sosial Kabupaten Garut. Dalam kunjungan tersebut, ia menyerahkan bantuan sembako dan santunan uang tunai secara pribadi kepada Komariah. Bantuan juga disalurkan oleh Dinas Sosial Kabupaten Garut.
Menurut Yudha, bantuan tersebut tidak cukup hanya untuk memenuhi kebutuhan korban pascakebakaran. Perlu ada upaya bersama untuk membantu Komariah mendapatkan kembali tempat tinggal yang layak.
Yudha mengatakan keterbatasan anggaran pemerintah daerah menjadi salah satu tantangan dalam penanganan rumah warga yang terdampak bencana.
Ia menyebut pada 2024 terdapat lebih dari 500 rumah yang mengalami kebakaran maupun ambruk. Sementara itu, bantuan bahan bangunan yang dapat diberikan melalui Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Garut hanya menjangkau sekitar 71 rumah.
“Kondisi ini tentu jauh dari memadai. Pemkab Garut hanya mengalokasikan sekitar Rp500 juta untuk pengadaan bahan bangunan bagi rumah yang ambruk dan kebakaran. Karena itu, perlu ada solusi lain melalui kolaborasi pendanaan,” ucapnya.
Menurut Yudha, penanganan rumah warga terdampak bencana tidak dapat sepenuhnya mengandalkan APBD. Ia mendorong keterlibatan dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan (TJSLP/CSR).
Yudha meminta Bupati Garut, Wakil Bupati, dan Sekretaris Daerah mengoptimalkan forum TJSLP agar dukungan perusahaan dapat diarahkan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana.
Sejumlah perusahaan dan sektor perbankan juga disebut dapat dilibatkan, di antaranya PT Changshin, PT Pratama, PT Enopa, PT Ultima Noble, Star Energy, serta bank-bank Himbara dan bank swasta nasional yang memiliki cabang di Kabupaten Garut.
“Bukan hanya BUMD Garut, tetapi juga berbagai entitas usaha skala besar yang memiliki laba bersih di Kabupaten Garut,” ujarnya.
Menurut Yudha, forum TJSLP diperlukan agar penyaluran CSR lebih terkoordinasi dan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan, termasuk korban bencana.
“Harapan saya, Bapak Bupati segera membentuk forum TJSLP agar dana-dana CSR bisa diarahkan untuk membantu warga Garut yang terkena musibah. Jangan sampai mereka yang sedang kehilangan rumah dan harta benda justru terabaikan,” jelasnya.
Selain CSR, Yudha juga mendorong penguatan peran Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Garut dalam membantu masyarakat yang mengalami musibah.
Ia menilai penghimpunan dan penyaluran zakat maupun infak perlu terus dioptimalkan agar dapat menjangkau masyarakat yang berada dalam kondisi sulit.
Yudha juga menyinggung alokasi hibah dari APBD Kabupaten Garut sebesar Rp1,2 miliar kepada Baznas. Menurutnya, dukungan tersebut dapat turut memperkuat upaya asesmen dan penjangkauan masyarakat yang membutuhkan bantuan.
“Harus ada keberpihakan kepada mereka yang lemah dan tidak berdaya. Jangan sampai masyarakat yang terkena musibah kurang mendapatkan perhatian, sementara kegiatan lain justru mendapatkan dukungan,” ujarnya.
Ia berharap penghimpunan zakat dan infak, termasuk dari kalangan aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Garut, dapat semakin optimal untuk membantu warga yang membutuhkan.
“Saya berharap Baznas bisa lebih hadir membantu warga yang terkena musibah agar mereka bisa membangun rumahnya kembali. Semoga kita bisa bahu-membahu mencari solusi, khususnya untuk Ibu Komariah,” pungkasnya.

















































































