Ikuti Kami

Yudha Puja Turnawan Santuni Korban Kebakaran dan Dorong Bantuan Bedah Rumah

"Saya memohon kepada Bupati Garut, Wakil Bupati, dan Bapak Sekda untuk mengoptimalkan kolaborasi pendanaan CSR, Baznas."

Yudha Puja Turnawan Santuni Korban Kebakaran dan Dorong Bantuan Bedah Rumah
Anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi PDI Perjuangan, Yudha Puja Turnawan, menyantuni keluarga korban kebakaran rumah di Kampung Gunung Pada RT 03 RW 01, Desa Padahurip, Kecamatan Banjarwangi.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi PDI Perjuangan, Yudha Puja Turnawan, menyantuni keluarga korban kebakaran rumah di Kampung Gunung Pada RT 03 RW 01, Desa Padahurip, Kecamatan Banjarwangi. Sehari setelah peristiwa yang menghanguskan rumah milik Rohmatulloh dan istrinya, Rosita, Yudha datang langsung menemui keluarga korban pada Rabu (23/9/2026), sekaligus menyerahkan bantuan sembako dan uang tunai dari dana pribadinya.

“Yang pertama, saya memohon kepada Bupati Garut, Wakil Bupati, dan Bapak Sekda untuk mengoptimalkan kolaborasi pendanaan CSR, Baznas, maupun solidaritas ASN untuk membantu warga yang terkena musibah, terutama rumah yang kebakaran,” kata Yudha.

Dalam kunjungannya, Yudha didampingi Kasi Trantib Kecamatan Banjarwangi, Pemerintah Desa Padahurip, Ketua RT dan RW setempat, serta tokoh ulama di wilayah tersebut. Ia menyebut kehadirannya bukan sekadar untuk melihat kondisi korban, tetapi juga memastikan keluarga yang terdampak mendapat perhatian dan dukungan setelah kehilangan tempat tinggal.

Yudha mengatakan laporan mengenai kebakaran tersebut diterimanya dari pihak Kecamatan Banjarwangi dan Pemerintah Desa Padahurip. Berdasarkan laporan itu, rumah Rohmatulloh dan Rosita mengalami kebakaran hebat hingga seluruh bangunan beserta barang-barang di dalamnya hangus.

Menurut Yudha, kondisi tersebut membutuhkan penanganan bersama agar keluarga korban tidak berlarut-larut menghadapi dampak kebakaran. Karena itu, ia mendorong Pemerintah Kabupaten Garut mengoptimalkan kolaborasi pendanaan melalui CSR perusahaan, Baznas, maupun solidaritas ASN.

Yudha juga berharap pemerintah daerah dapat menggerakkan perangkat daerah terkait untuk memberikan bantuan sesuai kebutuhan korban.

“Harapan saya, Bapak Bupati Garut bisa menggerakkan segenap SKPD. Dinas Ketahanan Pangan bisa membantu sembako, Dinas Sosial bisa membantu family kit, dan Disperkim bisa membantu bahan bangunan,” ucapnya.

Selain mengandalkan bantuan pemerintah daerah, Yudha mendorong keterlibatan badan usaha dan lembaga sosial dalam membantu keluarga Rohmatulloh. Ia menyebut entitas BUMD seperti BPR Garut serta Baznas dapat diarahkan untuk membantu pembangunan kembali rumah korban.

“Terutama CSR entitas badan usaha, BUMD seperti BPR Garut, kemudian Baznas diarahkan untuk membantu Bapak Rohmatulloh agar bisa membangun kembali rumahnya. Tentu ini membutuhkan ikhtiar dari semua pihak,” ujarnya.

Yudha juga berharap kondisi keluarga korban dapat dikomunikasikan kepada kementerian yang membidangi perumahan dan permukiman. Langkah tersebut diharapkan dapat membuka peluang bagi Rohmatulloh untuk memperoleh bantuan bedah rumah dari pemerintah pusat.

“Harapan saya juga ini bisa dikomunikasikan kepada Kementerian Perumahan dan Permukiman agar Bapak Rohmatulloh mendapatkan bantuan bedah rumah dari kementerian,” jelasnya.

Bagi Yudha, musibah yang menimpa warga tidak semestinya ditanggung korban seorang diri. Menurutnya, diperlukan kepedulian dan gotong royong dari berbagai pihak agar keluarga yang kehilangan tempat tinggal dapat segera kembali memiliki hunian yang layak.

Ia menegaskan, kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang sedang tertimpa musibah merupakan bagian penting dari upaya melindungi dan membantu warga.

“Harapan saya, Pemkab Garut bisa melindungi warganya yang terkena musibah. Semoga kita bisa bahu-membahu membantu warga Garut yang terkena musibah,” pungkasnya.

Quote