Samarinda, Gesuri.id - Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis, menyoroti minimnya sosialisasi program Gratispol yang menjadi salah satu program unggulan Gubernur Kaltim Rudy Masud dan Wakil Gubernur Seno Aji.
Ia menilai banyak warga masih bingung terhadap alur dan persyaratan program sehingga perlu evaluasi menyeluruh pada tahun pertama pemerintahan RudySeno.
Program Gratispol yang menjadi visi-misi gubernur masih bisa berjalan maksimal, termasuk pendidikan dan kesehatan gratis, kata Ananda, Kamis (26/2/2026).
Meski demikian, politisi PDIndonesia Perjuangan itu menegaskan persoalan utama saat ini bukan pada anggaran, melainkan pada kurangnya sosialisasi kepada masyarakat.
Berdasarkan hasil reses DPRD, masih banyak warga yang belum memahami mekanisme maupun persyaratan administrasi program tersebut.
Persyaratan dan aturan administrasinya sebenarnya sudah ada. Yang kurang itu sosialisasinya, sehingga masyarakat masih banyak yang belum paham, jelasnya.